Pelatih Singapura Minta Maaf ke Shin Tae-yong, Ada Apa?

Pemain Timnas Indonesia (kiri) melakukan selebrasi usai menjebol gawang Timnas Singapura yang dijaga Zulqarnaen Suzliman (kanan). Foto: PSSI.

RADARBEKASI.ID, SINGAPURA – Pelatih timnas Singapura Tatsuma Yoshida dikabarkan meminta maaf kepada pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong. Gara-garanya, kelakuan pemain Singapura yang sangat provokatif dan mencederai prinsip fairplay.

Dalam konferensi pers Shin menyebut pemain cadangan Singapura telah mencederai prinsip fair play saat kedua tim bertemu dalam leg kedua semifinal Piala AFF 2020, Sabtu (25/12) malam.


Tanpa menyebut nama, Shin menuding pemain tersebut telah memprovokasi bangku cadangan Indonesia ketika melakukan perayaan gol Song Ui-young pada menit terakhir babak pertama.

“Ada selebrasi ke bench (bangku cadangan) kami. Menurut saya itu bukan tindakan fair play,” kata Shin.


Dalam tayangan televisi, pelatih asal Korea Selatan itu memang terlihat beradu argumen dengan tim Singapura begitu babak pertama tuntas.

Menurut Shin, dia sudah berbicara dengan pelatih Singapura Tatsuma Yoshida soal kelakuan pemainnya. Tatsuma, kata dia, meminta maaf atas tindakan pemainnya.

“Pelatih Singapura sudah meminta maaf dan setelah itu semua baik-baik saja,” tutur Shin.

Selain itu, Shin Tae-yong mengapresiasi wasit Qasim Matar Ali Al Hatmi dari Oman yang memimpin laga leg kedua.

“Saya melihat hari ini wasit melakukan hal yang benar, termasuk memberikan kartu kuning dan merah kepada lawan. Itu menguntungkan bagi kami,” kata Shin.

Shin menganggap kepemimpinan Qasim lebih baik dari wasit leg pertama Rabu di mana kedua tim imbang 1-1.

Ketika itu Shin menganggap wasit sudah mengerjakan tugas dengan bagus, namun setelah melihat tayangan ulang, pelatih Korea Selatan pada Piala Dunia 2018 itu meralat pernyataannya.

Wasit Kim Hee Gon dianggap Shin keliru memberikan tendangan bebas kepada Indonesia di tepi kotak penalti Singapura sementara dari video rekaman pelanggaran terjadi di dalam wilayah terlarang.

Shin Tae-yong pun menyerukan penggunaan teknologi asisten wasit video (VAR) dalam Piala AFF berikutnya.

“Saya baru menonton tayangan ulang leg pertama itu ketika tiba di hotel. Dan, menurut saya, itu memang seharusnya penalti,” kata pria berusia 51 tahun itu.

Pertandingan leg kedua semifinal Piala AFF 2020 Indonesia versus Singapura di Stadion Nasional, Singapura, berjalan dengan tempo tinggi dan menguras emosi.

Total 42 pelanggaran terjadi dalam laga ini di mana 27 di antaranya dibuat oleh Indonesia, namun Singapura yang mendapatkan tiga kartu merah. Untuk kartu kuning, kedua tim masing-masing memperoleh satu.

Pertandingan itu dimenangkan oleh Indonesia dengan skor 4-2.

Indonesia melenggang ke partai puncak karena leg pertama tuntas 1-1. Ini adalah final keenam Indonesia sepanjang keikutsertaan dalam Piala AFF setelah 2000, 2002, 2004, 2010 dan 2016. Dari lima kesempatan sebelumnya, Indonesia gagal memenangkannya.

Dalam final Indonesia akan melawan pemenang partai semifinal lainnya antara Thailand dan Vietnam yang akan menyelesaikan leg kedua Minggu malam nanti. Thailand memimpin 2-0 atas Vietnam. (wsa)