Serius Tangani Laporan Warga

ILUSTRASI : Seorang warga melintas di depan ruang pelayanan SPKT Polres Metro Bekasi Kota di Jalan Pangeran Jayakarta, Harapan Mulya, Medansatria, Kota Bekasi, Kamis (30/12). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN – Terkait ramainya pemberitaan orang tua korban dugaan pencabulan yang menangkap langsung pelaku yang hendak kabur turut ditanggapi Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi.

Ketua KPAD Kota Bekasi, Aris Setiawan mengatakan, semua kasus seharusnya ditanggapi oleh pihak kepolisian secara serius. Apalagi Kapolda hingga Kapolri sudah jelas memerintahkan kemurnian etika profesi diutamakan.


“Terlepas kita capek, lelah dan sebagainya. Tetap fungsi pelayanan itu harus diprioritaskan,” kata Aris ketika ditemui Radar Bekasi Kamis (30/12).

Oleh karena itu, lanjut dia, sesuai perintah Kapolri dan Kapolda, kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi prioritas. Kalau sampai ada kalimat yang tidak etis, kata dai sebaiknya jangan di sampaikan ke pelapor.”Karena itu akan mempengaruhi psikologisnya. Orang tua korban nangkap sendiri itu benar apa adanya. Saya apresiasi terhadap orang tua korban yang gigih,” ujarnya.


Sejauh ini, KPAD Kota Bekasi mencatat dari 26 kasus yang dilaporkan 50 persen diakuinya sudah masuk persidangan. Untuk sisanya masih pemeriksaan dan sebagainya.

“Cuma, hanya saja kan, dihadapkan dengan publik yang butuh kepastian waktunya kapan. Karena kita bicara soal kejahatan terhadap anak persoalan trauma. Kalau tidak cepat terselesaikan itu akan berakibat trauma si korban. Bahkan anak-anak korban akan menjadi ketakutan,” terangnya.

Adanya kejadian orang tua menangkap sendiri pelaku pencabulan terhadap anaknya, pihaknya ingin pelayanan tempat orang mengadu harus dilayani dengan setara, tidak didiskriminasi.

“Kalau memang kejadiannya seperti yang viral itu, apa bagian SOP itu bisa disampaikan ke keluarga korban dengan baik. Memang setiap institusi itu memiliki SOP itu punya, kita juga sama. Saya harap setiap institusi jangan anti kritik lah karena kritik itu bukan menjatuhkan tapi membangun untuk kita berbenah,” tukasnya. (pay).