Pendidikan

Dorong Mahasiswa Ikut Program Kampus Merdeka

ILUSTRASI: Mahasiswa UNKRIS melakukan aktivitas di kampus. APTISI Jawa Barat wilayah 4A mendorong mahasiswa di Kota Bekasi untuk mengikuti program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) Jawa Barat wilayah 4A mendorong mahasiswa di Kota Bekasi untuk mengikuti program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka.

“Kota Bekasi tentu mendorong mahasiswa untuk ikuti program Kampus Merdeka. Namun tetap mahasiswa harus mendapatkan kontrol dari pihak dosen dan perguruan tinggi,” ujar Kepala Bidang Sistem Informasi (SI) APTISI Jawa Barat Wilayah 4A Wawan Hermawansyah kepada Radar Bekasi, Senin (10/1).

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada 2022 ini sudah membuka program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. Mahasiswa bisa mengikuti program ini melalui berbagai program flagship seperti Kampus Mengajar, Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), dan Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA).

Wawan mengatakan, mahasiswa masih membutuhkan edukasi yang masif mengenai program ini, sehingga mereka dapat memahami program yang akan dijalankan.

“Mahasiswa saat ini tuh masih banyak yang harus mendapatkan edukasi secara masif mengenai program Kampus Merdeka, makanya kontrol dari dosen dan kampus itu sangat dibutuhkan,” tuturnya.

Wawan mengatakan, program Pertukaran Mahasiswa dapat terus ditingkatkan di Kota Bekasi. Pihaknya berencana melakukan kesepakatan bersama untuk mengembangkan program tersebut.

“Kami pihak APTISI dan ADI ingin melakukan MoU di beberapa kampus untuk melakukan fokus pengembangan dari program Pertukaran Mahasiswa,” terangnya.

Sehingga tahun ini bisa menjadi salah satu momentum bagi para mahasiswa untuk bisa memanfaatkan kesempatan dalam program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka.

“2022 ini bisa menjadi momentum bagi para mahasiswa dan kampus untuk bisa memaksimalkan peluang dan kesempatan,” ucapnya.

Wawan menambahkan, kampus perlu meningkatkan sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana serta kurikulum dalam menjalankan program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka.

“Menjalani program ini itu susah ya, gak gampang. Jadi kampus itu emang harus mempersiapkannya dengan benar-benar,” pungkasnya. (dew)

Related Articles

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button