Berita UtamaPendidikan

Siswa Langsung Fokus Belajar

SAMPAIKAN MATERI: Guru menyampaikan materi pelajaran kepada siswa saat pembelajaran  tatap muka terbatas dengan kapasitas siswa 50 persen di SDN XVI Kayuringin Jaya Kota Bekasi, Senin (10/1). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pembelajaran semester genap tahun ajaran 2021/2022 dimulai Senin (10/1). Pada hari pertama masuk ini sekolah ini, siswa langsung fokus belajar.

Berdasarkan pantauan di sejumlah sekolah, pembelajaran tatap muka masih dilaksanakan secara terbatas dengan kapasitas siswa 50 persen.  Kepala SDN Jakasetia 1 Kota Bekasi Ade Saepuloh mengatakan, memasuki awal semester genap tahun ini sekolah tidak lagi memiliki waktu kosong.

“Semester genap itu udah gak ada waktu kosong, jadi siswa juga langsung fokus sama pembelajarannya masing-masing,” ujarnya kepada Radar Bekasi, kemarin.

Menurutnya, waktu pembelajaran yang dimiliki sekolah pada semester genap ini menjadi sebuah kesempatan bagi para guru untuk mengejar ketertinggalan siswa dalam belajar.

“Kenapa kita langsung memulai hari pertama sekolah dengan langsung belajar? Karena semester dua ini merupakan kesempatan guru untuk memaksimalkan proses pembelajaran kepada siswa,” jelasnya.

Pembelajaran tatap muka di sekolah ini dilaksanakan secara terbatas 50 persen dengan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama mulai pukul 07.00 – 09.30, sedangkan sesi kedua mulai 09.30 – 12.00 WIB.

Dengan waktu pembelajaran yang masih sangat terbatas, siswa dan guru nampak antusias menyambut masuknya awal semester genap tahun ajaran 2021/2022.

“Waktunya memang masih terbatas, tetapi guru dan khususnya siswa sangat semangat menyambut pembelajaran di semester genap hari ini,” tukasnya.

Hal senada dikatakan oleh Kepala SMPN 1 Kota Bekasi Muktia Wahyudi Isra. Ia mengungkapkan, pelaksanaan pembelajaran pada awal semester genap ini langsung dilakukan secara normal.

“Masuk sekolah di hari pertama kami langsung belajar dan gak mau buang-buang waktu,” tuturnya.

Kegiatan pertama diawali dengan pelaksanaan upacara yang dilakukan secara terbatas. Setelah itu siswa masuk ke dalam kelas untuk mengikuti proses pembelajaran.

“Untuk hari pertama kita upacara dulu, setelah itu siswa langsung belajar di kelas masing-masing sesuai dengan jadwal mata pelajarannya,” jelasnya.

Serupa, pembelajaran di SMPN 1 Kota Bekasi masih dilakukan secara terbatas dengan kapasitas siswa 50 persen menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Sementara, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Krisman Irwandi mengatakan, pembelajaran tatap muka 100 persen di Kota Bekasi pada awal semester genap belum dapat dilaksanakan seperti yang sudah direncanakan. Ia menegaskan, pihaknya harus melihat situasi dan kondisi di wilayahnya terlebih dahulu.

“Masih menunggu kabar dari Dinkes untuk mengetahui Kota Bekasi sudah siap atau belum,” katanya.

Krisman mengakui sudah meminta seluruh sekolah untuk tetap menerapkan proses pembelajaran secara terbatas 50 persen dengan tetap menerapkan prokes ketat.

“Sekolah harus tetap masuk meskipun pelaksanaannya masih terbatas dan sekolah juga harus langsung melakukan proses pembelajaran kepada siswanya,” pungkasnya. (dew)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button