Bekasi  

Covid Anak Melonjak

Covid Anak Melonjak

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN – Kasus Covid-19 di Kota Bekasi naik tajam beberapa hari terakhir, bahkan di atas 100 kasus dalam sehari. Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) menegaskan belum ada kasus varian Omicron yang terdeteksi menyebar di Kota Bekasi. Beberapa hal disoroti, diantaranya permintaan evaluasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM), sistem bekerja Work From Home (WFH), pasalnya diyakini virus varian Omicron sudah menyebar namun tidak terdeteksi, dan berpotensi membahayakan masyarakat penderita komorbid, Lansia, dan anak-anak.

Hasil evaluasi 20 Januari lalu, catatan kasus aktif Kota Bekasi sebanyak 356 kasus, jumlahnya meroket hingga 790 kasus dalam waktu lima hari. Sebagian besar tidak bergejala dan menjalani isolasi mandiri, pasien di Rumah Sakit (RS) saat ini masih tercatat 22 pasien.

Jumlah kasus aktif masih didominasi masyarakat usia produktif dengan 454 kasus, kelompok rentan dari sisi umur tercatat 45 kasus pada usia Lansia, 39 kasus pada usia 0 sampai 5 tahun, dan 44 kasus pada usia 6-12 tahun. Epidemiolog berpendapat meski sebagian besar tidak menunjukkan gejala, namun berbahaya bagi Lansia, Komorbid, dan anak.

Wilayah yang penduduknya paling tinggi berpotensi tertular berada di wilayah Kecamatan Pondok Gede dan Jatisampurna, Attack Rate (AR) atau angka serangan di dua wilayah kecamatan tersebut masing-masing 7,07 dan 7,05, lebih tinggi diantara 10 kecamatan sisanya per 10 ribu penduduk. AR didapatkan dengan membagi jumlah kasus dengan jumlah penduduk hingga menggambarkan besar kecilnya penduduk di satu wilayah tertular virus.

Kenaikan jumlah kasus diakui oleh Plt Walikota Bekasi, Tri Adhianto, sebagian besar kasus menjalani isolasi mandiri. Sementara itu, ia memaparkan tingkat keterisian tempat tidur di RS masih berada di angka 10 persen.”Kenaikan cukup meningkat, terkonfirmasi itu Covid di Kota Bekasi kurang lebih mendekati angka 800,” katanya, Selasa (25/1).

Jumlah pasien di RSUD saat ini disebut menginjak angka 15 pasien, di seluruh RS lain di Kota Bekasi sebanyak 85 pasien, KTP Kota Bekasi maupun luar Kota Bekasi. Tingkat keterisian RS saat ini disebut tidak mengkhawatirkan.

Di Tengah tingginya tingkat penularan virus, ia menyebut belum ada laporan varian Omicron menular di Kota Bekasi. Tracing saat ini ditingkatkan, semula Kota Bekasi mentracing 15 orang terdekat dengan temuan kasus baru, saat ini Tri membeberkan tracing menyentuh 20 sampai 50 orang yang berhubungan dengan pasien.

“Mudah-mudahan (hasil) lab nya itu segera keluar, supaya kita tau apakah ini Omicron atau tidak,” tambahnya.

Ia juga menyebut ada kelangkaan persediaan di beberapa jenis vaksin, diantaranya Pfizer, AstraZeneca, dan Moderna. Sedangkan persediaan untuk jenis vaksin Sinovac disebut masih dalam kategori aman.

Melihat tren penyebaran virus yang tinggi di wilayah Kota Bekasi dan kota besar lain termasuk Jabodetabek, Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman meyakini varian Omicron kasus baru yang ditemukan terinfeksi Omicron namun tidak terdeteksi. Ia juga menyebut kelemahan dari sistem deteksi.

“Saya sih melihatnya Omicron, apalagi dengan kecepatan seperti ini ya, trennya karakter Omicron, dan ini yang harus di waspadai di kota-kota di Jawa, di kota besar termasuk Jabodetabek,” paparnya.

Jika tidak segera ditemukan kasus penularan varian Omicron, ia khawatir dengan dampak jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang yang akan dihadapi kemudian hari. Omicron disebut akan lebih banyak menyasar kelompok rentan, diantaranya kelompok yang belum menerima vaksinasi, komorbid, Lansia, dan anak.

Diprediksi masa krisis penularan varian Omicron terjadi pada bulan Februari hingga Maret mendatang, sehingga kemampuan mendeteksi kasus harus lebih cepat. Kendati demikian, peningkatan kasus tidak harus membuat kota-kota besar turun status leveling PPKM, hanya diperlukan modifikasi pada pelaksanaan PPKM dan optimalisasi sistem deteksi.

Kasus Omicron yang terjadi pada usia anak maupun dewasa sama tidak bergejala. Namun, ia memberikan catatan untuk tidak menganggap remeh, tidak bergejala bukan berarti tidak sakit, justru yang perlu diantisipasi adalah gejala long Covid yang akan terjadi pada satu diantara 10 kasus.

“Tidak bergejala bukan berarti tidak sakit, bahkan pada anak semakin diketahui bahwa satu diantara 10 bisa mengalami long Covid,” tambahnya.

Gejala long Covid pada anak bisa menyerang syaraf, otak, hingga potensi menderita diabetes tipe satu. Dampak jangka panjang ini dinilai sebagai masalah serius jika tidak segera ditangani.

Sepekan terakhir tercatat testing dan tracing dilakukan di Kota Bekasi kepada 7.181 sampel. Total persediaan vaksin yang masih tersedia di Kota Bekasi sebanyak 212.576, dari lima jenis persediaan vaksin dua diantaranya habis yakni Sinopharm dan Moderna.

Sementara itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut kenaikan kasus Covid-19 varian Omicron saat ini bukan hanya dibawa oleh Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) saja, namun juga sudah didominasi oleh penularan orang ke orang di masyarakat.

“Yang perlu kita lakukan yang pertama adalah kita tidak perlu panik tapi harus terus waspada dan hati-hati karena memang laju penularannya tinggi. Kita perlu, memastikan protokol kesehatan tetap berjalan, memakai masker, mencuci tangan, dan mengurangi kerumunan,” jelasnya.

Untuk memaksimalkan protokol kesehatan, data PeduliLindungi boleh dibuka publik sehingga masyarakat bisa melihat lokasi-lokasi mana yang menerapkan disiplin protokol kesehatan. Hal ini dapat membantu mengontrol penggunaan PeduliLindungi di fasilitas publik maupun di kantor.

Di samping itu, pemerintah juga terus gencarkan pelaksanaan surveilans. Karena kasus Omicron semakin banyak maka tidak semuanya menggunakan metode genome sequencing. Pasalnya metode genome sequencing akan lebih diarahkan untuk menganalisa pola penyebaran kasus Omicron.

“Untuk tracing kasus, kita akan menggunakan PCR yang lebih cepat dengan SGTF yang bisa mendeteksi Omicron. SGTF sudah kita distribusikan dan akan segera kita tambah untuk didistribusikan ke daerah,” katanya.(sur)

Solverwp- WordPress Theme and Plugin