RAP, Bocah Berbobot 115 Kg Tidak Mau Dirawat

DIBANTU BERDIRI: RAP dibantu ibunya saat akan berdiri dari kursi saat berada di rumahnya, Kampung Belendung, Desa Kedung Pengawas, Babelan, Kabupaten Bekasi, (15/4). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – RAP anak berusia 11 tahun yang mengalami obesitas, dan sebelumnya rencananya akan dirujuk ke RSCM Jakarta, akhirnya kembali pulang ke rumah.

Pasalnya, RAP menolak saat akan dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi. Untuk diketahui, warga Kampung Belendung, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan ini, putra kelima dari pasangan Samin (49) dan Punih (50), memiliki berat mencapai 115 kilogram.


“Jadi, ketika akan dibawa ke RSUD, si anak menolak, dan ingin pulang. Dia malah marah-marah. Akhirnya dibawa pulang lagi ke rumahnya,” ujar Kepala Puskesmas Babelan, Salim, kepada Radar Bekasi, Selasa (15/3).

Sebelumnya kata Salim, pihak puskesmas memang merujuk RAP ke rumah sakit, mengingat harus ada beberapa pemeriksaan. Tapi karena memang si anak menolak, akhirnya dibawa pulang. Ia memastikan, pihak puskesmas akan selalu melakukan pemantauan terhadap RAP.


“Setiap hari selalu kami pantau anak itu,” beber Salim.

Pihaknya juga akan mengedukasi orang tua RAP, bahwa jangan selalu mengikuti kemauan anaknya, yang selalu ingin makan-makanan berkalori tinggi.

“Intinya, jangan dulu makan yang berlemak dan berkalori, dan orang tua harus memberikan makanan berserat yang tinggi, seperti sayur dan buah,” saran Salim.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Kabupaten Bekasi, Alamsyah menyampaikan, dengan menolaknya si anak menjalani perawatan di rumah sakit, nanti akan dilakukan rawat jalan. Meski demikian, dia memastikan bahwa si anak akan tetap dirujuk ke RSCM Jakarta.

“Nanti dirujuk rawat selanjutnya ke RSCM, penanganan komprehensif beberapa jenis spesialistik. Medis di RSCM nanti yang akan mengatur,” ucapnya.

Untuk diketahui, orang tua RAP, Samin (49) menceritakan, kenaikan berat badan anaknya itu sejak usia 2,5 tahun. Ketika lahir, sudah memiliki berat badan 4,2 kilogram.

“Beratnya naik saat memasuki usia 2,5 tahun,” tutur Samin, saat ditemui di rumahnya, Jumat (11/3) lalu. (pra)