30 Adegan Rekonstruksi Pembunuhan Karyawati Asal Kebumen

REKONSTRUKSI PEMBUNUHAN: Pelaku begal memperagakan aksi mereka saat dilakukan rekonstruksi kasus yang menewaskan seorang karyawati asal Kebumen, Iska Nur Rohmah (21), di Kantor Polres Metro Bekasi, Kamis (31/3). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Satuan Unit Jatanras Polres Metro Bekasi, melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap seorang karyawati asal Kebumen, Iska Nur Rohmah (21) yang tewas dibegal, di Kampung Tegal Gede, RT 002 RW 006, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Dalam rekonstruksi yang berlangsung di depan Gedung Promoter Polres Metro Bekasi tersebut, kedua tersangka N (17) dan MR (20), dihadirkan langsung dengan memperagakan sebanyak 30 adegan, dari awal dua tersangka bersama tersangka AS alias Tile, masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), saat berpapasan dengan korban yang berjalan kaki hendak berangkat kerja.


“Dalam rekonstruksi yang kami lakukan ada 30 adegan, termasuk perannya masing-masing sudah kami sampaikan juga, bahwa memang ada dua pelaku, kemudian untuk yang DPO, kami pakai peran pengganti, termasuk juga saksi yang anak-anak menggunakan peran pengganti,” ujar Kanit Jatanras Polres Metro Bekasi, I Gede Bagus Ariska, Kamis (31/3).

Menurut Gede, dari hasil rekonstruksi tersebut, memang para pelaku ini berniat akan merampas barang berharga milik korban. Namun karena korban berteriak meminta pertolongan, sehingga pelaku N menyabetkan senjata tajam jenis celurit ke arah tubuh korban.


“Tersangka mengaku empat kali mengayunkan celurit ke arah korban, tapi yang kena hanya sekali, saat pertama kali menyabetkan celurit tersebut,” bebernya.

Dalam adegan saat korban dibacok tersangka, terkuak fakta bahwa sebenarnya korban Iska Nur Rohmah, masih sempat bercerita kepada tunangan nya, Ardiansyah Candra Febriawan (21), bahwa dirinya dibacok oleh para pelaku, dan sempat memeluk tunangannya itu sebelum menghembuskan nafas terakhir.

“Dalam adegan itu, korban tidak langsung tewas, dan masih sempat bercerita ke tunangannya, tapi karena lama tidak mendapat pertolongan, akhirnya meninggal karena kehabisan darah,” terang I Gede.

Lanjut I Gede, terungkapnya identitas para pelaku, karena ada rekaman CCTV di lokasi kejadian, serta saksi kunci yang melihat ciri-ciri para pelaku saat melarikan diri.

“Jadi, kalau kesesuaiannya berdasarkan keterangan, dan didukung oleh CCTV, termasuk juga arah larinya,” ucap I Gede.

Sementara satu tersangka lain berinisial AS alias Tile, masih dalam pengejaran pihak kepolisian. Pelaku yang kerap berpindah-pindah tempat, menyulitkan polisi untuk menangkapnya.

“Satu orang lagi sudah masuk DPO, dan masih dalam pengejaran. Kalau di rumahnya sudah kami cek, memang kosong, dan selalu berpindah-pindah,” tandasnya. (pra)

Satuan Unit Jatanras Polres Metro Bekasi, melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap seorang karyawati asal Kebumen, Iska Nur Rohmah (21) yang tewas dibegal, di Kampung Tegal Gede, RT 002 RW 006, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Dalam rekonstruksi yang berlangsung di depan Gedung Promoter Polres Metro Bekasi tersebut, kedua tersangka N (17) dan MR (20), dihadirkan langsung dengan memperagakan sebanyak 30 adegan, dari awal dua tersangka bersama tersangka AS alias Tile, masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), saat berpapasan dengan korban yang berjalan kaki hendak berangkat kerja.

“Dalam rekonstruksi yang kami lakukan ada 30 adegan, termasuk perannya masing-masing sudah kami sampaikan juga, bahwa memang ada dua pelaku, kemudian untuk yang DPO, kami pakai peran pengganti, termasuk juga saksi yang anak-anak menggunakan peran pengganti,” ujar Kanit Jatanras Polres Metro Bekasi, I Gede Bagus Ariska, Kamis (31/3).

Menurut Gede, dari hasil rekonstruksi tersebut, memang para pelaku ini berniat akan merampas barang berharga milik korban. Namun karena korban berteriak meminta pertolongan, sehingga pelaku N menyabetkan senjata tajam jenis celurit ke arah tubuh korban.

“Tersangka mengaku empat kali mengayunkan celurit ke arah korban, tapi yang kena hanya sekali, saat pertama kali menyabetkan celurit tersebut,” bebernya.

Dalam adegan saat korban dibacok tersangka, terkuak fakta bahwa sebenarnya korban Iska Nur Rohmah, masih sempat bercerita kepada tunangan nya, Ardiansyah Candra Febriawan (21), bahwa dirinya dibacok oleh para pelaku, dan sempat memeluk tunangannya itu sebelum menghembuskan nafas terakhir.

“Dalam adegan itu, korban tidak langsung tewas, dan masih sempat bercerita ke tunangannya, tapi karena lama tidak mendapat pertolongan, akhirnya meninggal karena kehabisan darah,” terang I Gede.

Lanjut I Gede, terungkapnya identitas para pelaku, karena ada rekaman CCTV di lokasi kejadian, serta saksi kunci yang melihat ciri-ciri para pelaku saat melarikan diri.

“Jadi, kalau kesesuaiannya berdasarkan keterangan, dan didukung oleh CCTV, termasuk juga arah larinya,” ucap I Gede.

Sementara satu tersangka lain berinisial AS alias Tile, masih dalam pengejaran pihak kepolisian. Pelaku yang kerap berpindah-pindah tempat, menyulitkan polisi untuk menangkapnya.

“Satu orang lagi sudah masuk DPO, dan masih dalam pengejaran. Kalau di rumahnya sudah kami cek, memang kosong, dan selalu berpindah-pindah,” tandasnya. (pra)