Dihelat Setelah Dua Tahun Vakum

ADU BEDUG: Sejumlah peserta menabuh bedug saat penilaian festival adu bedug dan dondang di Stadion H.Natrom Nursyamsu Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Minggu (22/5). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Setelah hampir dua tahun ditiadakan akibat Covid-19, kini acara Festival Adu Bedug dan Dondang kembali dihelat di lapangan Stadion H Natrom Nursyamsu, Kelurahan Mustikajaya, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Minggu (22/5).

Acara pun dibuka dengan arak-arakan pada Sabtu (21/5) lalu. Selain itu pertunjukan seperti ondel-ondel, tanjidor, pencak silat, hadroh dan berbagai pertunjukan lainnya diikuti oleh empat kelurahan yang ada di kecamatan Mustikajaya.


Ketua pelaksana H Nasro menerangkan, acara yang diselenggarakan dua hari ini mendapatkan antusias besar oleh masyarakat. Kurang lebih seribu masyarakat hadir dalam acara tersebut.

“Acara dimulai dari sabtu dan minggu tanggal 21-22 Mei 2022, jadi dua hari. Sangat luar biasa melihat kegiatan kali ini bahwa antusias masyarakat sangat besar, kurang lebih seribuan yang hadir,” ujarnya kepada Radar Bekasi Minggu (22/5).


Lanjut Nasro, acara pun sempat vakum dua tahun karena pandemi. Acara festival adu bedug dan dongdang ini seharusnya diselenggarakan sudah kali ke 17, kini terselenggara menjadi yang ke 15.

“Jadi festival adu bedug & dongdang ke 15 ini sebetulnya acara ke 17, namun karena dua tahun kemarin dilanda Covid-19 kita harus off dari tahun 2020 dan 2021,” tuturnya.

Selain adu bedug dan dondang, diadakan juga lomba dekorasi budaya tiap kelurahan. Dari keempat kelurahan mulai dari Mustikajaya, Mustikasari, Padurenan, Cimuning mendekorasi budaya sesuai budaya ciri khas kelurahannya.

“Perwakilan adu bedug dan dondang kita adakan stand dekorasi setiap kelurahan dan membawa rombongan seperti sepasang pengantin dengan budaya di setiap berasal dari kelurahan masing-masing,” jelasnya.

Pihaknya pun menyediakan 70 stand untuk para pedagang, mulai dari makanan hingga mainan, maupun baju menghiasi acara tersebut.

“Di samping itu kita menyediakan stand untuk para pedagang atau khususnya UMKM makanan ciri khas Bekasi mulai dari jalabiya, lepet, onde, dan kue pancong ada. Kurang lebih 70 stand, 30 stand makanan, 40 kaya mainan dan baju-baju,” katanya.

Acara pun turut dihadiri oleh Plt Wali Kota Bekasi. Ia menyampaikan sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena masyarakat pantas mendapatkan hiburan setelah dua tahun tertempa pandemi.

“Sangat luar biasa, saya sangat apresiasi bahwa masyarakat tentunya perlu hiburan. Dua tahun kegiatan ini tidak dilaksanakan, sekarang bisa terselenggara,” ujar Tri Adhianto kepada Radar Bekasi, Minggu (22/5).

Lanjut Mas Tri, sapaan akrabnya, festival adu bedug dan dondang ini berupa budaya yang harus dilestarikan dan bisa dikembangkan kembali.

“Ini sesuatu yang harus kita lestarikan, karena ini adalah satu warisan budaya untuk dapat kita kembangkan,” tuturnya.

Sementara Mochamad Sunaryadi selaku Lurah Mustikajaya menjelaskan, hanya butuh waktu sebulan untuk sosialisasi untuk mempersiapkan kebutuhan dalam acara tersebut.

“Kita diberi waktu sekitar sebulan sebelum bulan puasa, kita melaksanakannya terkait dengan pengumuman maupun sosialisasinya baik di tingkat RT, RW, maupun warga setelah Idul Fitri,” ujarnya kepada Wartawan, Minggu (22/5).

Menurut Adi, adanya acara tersebut menjadi ajang silaturahmi dan melestarikan budaya khususnya budaya di wilayah Mustikajaya.

“Supaya bisa meningkatkan silaturahmi dan meningkatkan seni budaya di Mustikajaya khususnya,” tuturnya.

Tidak hanya menarik animo masyarakat Kota Bekasi, seperti halnya Kris warga Belgia juga hadir ke lokasi dan mengaku antusias dan terkesan dengan kegiatan tersebut

“Event yang luar biasa dan saya sangat bahagia bisa berada disini berada dalam event ini dan senang serta kehormatan tersendiri bisa berada bersama pak lurah dan memakai pakaian yang saya kenakan sekarang, saya suka Indonesia, dan saya senang, orang-orang nya ramah suka tersenyum,” ujarnya.(cr1).