Hadi Poernomo Dinobatkan sebagai Wisudawan Tertua UNKRIS

SERAHKAN PENGHARGAAN: Ketua Umum MURI Jaya Suprana (kanan) saat menyerahkan penghargaan MURI kepada Mantan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Hadi Poernomo (tengah). ISTIMEWA

 

RADARBEKASI.ID, JAKARTA- Mantan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Hadi Poernomo berhasil menamatkan program studi strata 1 (S1) dari Fakultas Hukum Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) dalam usia 74 tahun 334 hari pada 21 Maret 2022.


Hadi pun dinobatkan sebagai wisudawan tertua pada Wisuda Sarjana ke-61 dan Magister ke-25 UNKRIS yang diselenggarakan secara luring di Jakarta Convention Center, Kamis (19/5). Dalam kegiatan itu, ada 1.222 wisudawan, meliputi program Sarjana sebanyak 937 wisudawan dan program Magister sebanyak 285 wisudawan.

Sebelumnya, Hadi telah menyelesaikan studi S3.  Dalam kesempatan tersebut, Hadi meraih dua penghargaan sekaligus dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai mahasiswa jurusan hukum tertua di dunia dan penggagas Single Identity Number (SIN) Pajak.


Gagasannya yang tertuang dalam skripsi berjudul “Single Identity Number Perpajakan Menciptakan Konsep Negara Indonesia Sejahtera” ini digadang-gadang akan menjadi sistem yang mampu mengintegrasikan pajak di Indonesia.

Dalam skripsi SIN Perpajakan menciptakan konsep negara Indonesia Sejahtera, Hadi memberikan gambaran bagaimana pajak sebagai salah satu instrumen fiskal terbesar di APBN, memiliki potensi untuk menjadikan Indonesia sejahtera.

“Di dalam penelitian ini permasalahan utama dari gagalnya penerimaan perpajakan selama ini ialah karena adanya ketidak seimbangan antara fasiltas dan kewajiban,” ucap Hadi.

Sehingga dalam penelitiannya, Hadi Poernomo menyajikan konsep SIN dan bentuk bank data perpajakan dan membuktikan ketidak berjalannya SIN Pajak karena adanya inkonsistensi dalam melaksanakan peraturannya. Hadi mengusulkan adanya government review atas ketentuan pelaksanaan pajak.

Seusai menyerahkan piagam penghargaan Rekor MURI, Ketua Umum MURI Jaya Suprana mengapresiasi UNKRIS. “Ini membuktikan bahwa UNKRIS adalah perguruan tinggi terbaik, bukan saja di Indonesia tetapi juga dunia. Belum ada perguruan tinggi terbaik dimanapun, di dunia yang mewisuda seorang doktor yang berhasil lulus sarjana hukum pada usia 75 tahun, itu hanya ada di UNKRIS,” ungkap Suprana.

Dengan pencapaian ini, Hadi dapat menjadi teladan bahwa proses belajar memang harus terus dijalankan. “Beliau ini memberikan keteladanan dengan perilaku, yaitu sudah bergelar doktor di usia 75  tahun tapi masih bersemangat buat ijazah sarjana hukum,” ucapnya.

Ketua Pembina Yayasan UNKRIS Gayus Lumbuun mengungkapkan, Hadi Poernomo tidak sekedar menjadi lulusan sarjana hukum tertua di Indonesia, tetapi sekaligus memberikan pemikiran konsep recovery together recovery stronger. Sebuah ajakan untuk melakukan perubahan yang lebih baik di negara Indonesia.

“Penelitian dibidang hukum mengenai surat utang negara bisa menjadi sebuah terobosan bagi Indonesia dalam hal penanganan perpajakan. Jika pemikiran ini digunakan dengan baik serta dilengkapi dengan perangkat hukum yang kuat dan sistem yang transparan, saya yakin seluruh pajak yang mangkrak yang jumlah nya sangat fantastis bisa diselesaikan,” tuturnya.

Rektor UNKRIS Ayub Muktiono menambahkan, generasi muda dapat mencontoh sosok Hadi Poernomo, khususnya dalam upaya menuntut ilmu. Lebih lanjut, Ayub mengatakan bahwa untuk menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, setidaknya ada empat kunci penting yang harus dipegang oleh mahasiswa.

Yakni selalu belajar atau menuntut ilmu, membangun networking atau menjalin silaturahmi, mengimplementasikan ilmu yang diperoleh termasuk memanfaatkan networking yang dimiliki serta berdoa.

“Jangan pernah takut gagal karena sesungguhnya rintangan itu yang akan membuat kita lebih pintar dan lebih cerdas,” ucapnya. Ayub berharap, lulusan UNKRIS tidak hanya unggul dibidang akademik, namun juga dapat memiliki sifat jujur, amanah dan berbudi pekerti baik. (dew/pms)