Harga Migor Curah masih Tinggi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Harga minyak goreng curah di pasaran masih diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah Rp 14 ribu. Pedagang masih banyak yang menjual di atas HET sebesar Rp 17 ribu per kilogram.

Kondisi itu dijumpai saat sidak yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta kepolisian Polres Metro Bekasi Kota dan Kodim 0507/Bekasi, Senin (30/5).


Adapun dari hasil pengecekan harga eceran di pasar Bantargebang, diketahui dari tiga agen pedagang yang didatangi harga jual ditemukan sebesar Rp 17 ribu per kilogram sedangkan dari agen membeli dengan harga Rp15.500 per kilogram.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki mengatakan, kegiatan pemantauan pengecekan harga minyak goreng curah ini untuk memastikan ketentuan harga eceran minyak goreng yang ditetapkan pemerintah di pasaran, jangan sampai memberatkan masyarakat.


“Iya, jadi sore ini kita bersama Dandim, Kadis Perdagangan mewakili Bapak Plt Wali Kota bersama Kapolsek, Danramil, Camat Bantargebang, Satgas Pangan Polres Metro Bekasi Kota melaksanakan pemantauan di pasar rakyat Bantargebang memastikan agar para pedagang sudah mengikuti peraturan pemerintah,” kata Hengki kepada wartawan, Senin (30/5).

Menurutnya, sesuai hasil pemantauan banyak pedagang yang belum menerapkan harga sesuai HET dari pemerintah. Rata-rata para pengecer atau pedagang masih menjual di kisaran Rp 16.500 hingga Rp 17 ribu per kilogram.

“Jadi, alasan mereka menjual harga diatas ketentuan pemerintah, karena membeli dari agennya terbesar seharga Rp15.500 per kilogram. Sehingga untuk mendapat keuntungan, dan biaya tambahan untuk plastik pembungkus mereka menjualnya dengan harga tersebut,” ucapnya.

Terlepas dengan alasan itu, diakui Hengki, dengan penyampaian informasi langsung ke pedagang melalui kegiatan pemantauan ini pihaknya pun menghimbau, para pedagang untuk menjualnya dengan nurani, karena ini demi kepentingan masyarakat. “Ya kami tetap imbau pedagang supaya mengambil untung jangan banyak-banyak dan terpenting mereka juga tak rugi berdagang,” imbuhnya.

Pihaknya akan kembali turun melakukan kegiatan serupa ke agen maupun distributor, serta produsen, memastikan harga sesuai HET dan tidak memberatkan masyarakat. (mhf).