Layang-Layang Harapan di Momen Hari Lahir Pancasila

PERINGATI HARI PANCASILA : Danrem 051 Wijayakarta Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto (kedua kiri), Dandim 0507 Kota Bekasi Letkol Kav Luluk Setyanto (kiri) bersama Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (kanan) menghadiri kegiatan acara peringatan Hari Lahir Pancasila di Kawasan Harapan Baru, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Rabu (1/6). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Momentum hari lahir Pancasila Rabu (1/6) kemarin diisi dengan berbagai kegiatan positif, melibatkan sejumlah pelajar dari SD, SMP hingga SMA. Memaknai Pancasila hingga harapan dan pesan disampaikan sejumlah pelajar di atas kertas layang-layang pada acara yang dihelat di wilayah Harapan Baru, Kota Bekasi.

SURYA BAGUS
Bekasi Utara


Bermacam harapan dan pesan di hari lahir Pancasila sudah ditulis oleh siswa-siswi pada sebuah layang-layang sebelum diterbangkan di Lapangan Perumahan Prima Harapan Regensi, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Beberapa layang-layang saat itu sudah terbang tinggi. Sayangnya saat puluhan layang-layang berisi pesan para pelajar akan menyusul, hujan turun sore kemarin. Namun hal itu tak mengurangi esensi di momen tahunan tersebut. Banyak pesan positif yang ditulis, utamanya dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila.


“Jangan hanya hafal Pancasila, tetapi terapkan juga dalam kehidupan sehari-hari,” isi salah satu yang ditulis oleh peserta di badan layang-layang. Banyak pesan dan harapan yang mereka tulis. Para peserta ingin jatidiri bangsa semakin memperteguh kesatuan dan persatuan.

Kegiatan dimulai penerbangan beberapa layang-layang oleh Persatuan Pelayang Indonesia (Pelangi). Setelah registrasi, peserta mulai menulis pesan dan harapan mereka di badan layang-layang kertas yang mereka terima.

Salah satu peserta, Adityani Putri mengatakan bahwa Pancasila harus tetap ada di dada generasi masa depan. Hal ini disampaikan di depan undangan yang hadir, diantaranya Plt Wali Kota Bekasi, Dandim 05/07 Bekasi, dan Danrem 051 Wijayakarta.

“Pancasila semoga selalu ada di dada sampai anak cucu kita, berbeda tapi tetap bersatu, untuk Indonesia tangguh,” kata Aditya membacakan pesan yang sudah ia tulis dan siap diterbangkan, Rabu (1/6).

Belum sampai detik-detik penerbangan layang-layang, hujan dengan durasi panjang mengguyur Kota Bekasi. Sedianya, pesan di badan layang-layang ini diharapkan menjadi pesan berantai, sampai kepada masyarakat lain.

Dandim 05/07 Letkol Kav. Luluk Setyanto menyampaikan bahwa pemahaman Pancasila pada momen kali ini sengaja dilakukan melalui kegiatan Olahraga Rekreasi, layang-layang. Biasanya, pemahaman diberikan melalui forum-forum formal.

Meski diganggu hujan kata Luluk, peserta dinilai sudah memahami nilai-nilai yang terkandung dalam butir Pancasila diawal kegiatan.

“Bahkan ditanya adik-adik kita ini, beberapa diantaranya sudah paham tentang esensi nilai dari Pancasila itu,” katanya.

Setelah peserta memahami nilai yang terkandung pada tiap butir Pancasila, kegiatan kemarin fokus pada penguatan pemahaman. Ia menekankan bahwa inti dari nilai yang terkandung pada tiap butir Pancasila adalah gotong royong, cinta kasih satu individu pada individu lain.

Penguatan nilai pada tiap butir Pancasila tidak bisa dilakukan hanya oleh instansi tertentu saja, melainkan seluruh komponen bangsa.

“Contohnya ada dua orang yang menulis, bahwa Pancasila itu tidak hanya dihafalkan, tetapi Pancasila itu harus dilakukan di kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan pada peringatan hari Pancasila di Kota Bekasi. Sebelum layang-layang Pancasila, jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi juga ikut upacara daring bersama dengan Presiden Joko Widodo di Ende.

Plt Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan seharusnya seluruh peserta dalam rangkaian kegiatan ini diajak untuk menerbangkan layang-layang.

“Sebelum diterbangkan mereka mengisi pesan-pesan, sebenarnya pesan ini tadinya setelah tinggi akan kita lepas, kemudian pesan ini akan menjadi pesan berantai,” paparnya.

Disimpulkan setelah berdialog dengan beberapa peserta, siswa-siswa yang hadir bermimpi Pancasila dapat menjadi semangat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. (*).