Soal Pajak Tiket, Bapenda belum Terbuka

NYALAKAN FLARE: Sejumlah suporter Persija Jakarta menyalakan Red Flare (asap) saat pertandingan Persija Jakarta melawan Sabah FC di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Minggu (5/6). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Laga uji coba Persija vs Sabah FC di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Minggu (5/6), berhasil menyedot perhatian puluhan ribu suporter sepak bola asal ibukota untuk datang menyaksikan laga tersebut.

Tercatat, ada sebanyak 25 ribu tiket yang disediakan oleh panitia penyelenggara (panpel) menyesuaikan penggunaan kapasitas 80 persen, ludes terjual.


Adapun berdasarkan informasi panpel total tiket terdiri dari tiga kategori, antara lain VIP Barat, Rp 170.330, Kategori 1 Barat Daya, Rp76.830, dan tiket Ekonomi Tribune Timur, Utara, dan Selatan yang nilainya tak disebut karena pembelian dikhususkan bagi anggota The Jakmania di Korwil masing-masing. Dan dari total itu, diketahui sebagiannya menjadi pendapatan pajak daerah yang diambil oleh Pemkot Bekasi melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Selain itu, Pemkot Bekasi juga mendapatkan pemasukan dari biaya sewa pertandingan itu senilai Rp 82.600.000 yang dibayar langsung ke kas daerah (Kasda).


Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Bekasi, Ahmad Zarkasih mengatakan, sebagai pengelola pihaknya itu hanya mengurusi terkait biaya sewanya saja, sedangkan keuntungan dari penjualan tiket itu diserahkan kepada Bapenda Kota Bekasi. “Iya bang, kita hanya mengurus biaya sewa lapangan saja itu pun dibayarkan langsung ke kasda bang. Dan untuk sewa pertandingan kemarin nilainya Rp82,6 juta bang,” kata Zarkasih, Senin (6/6).

“Jadi, untuk penjualan tiketnya itu bukan kita bang tapi Bapenda. Untuk lebih jelasnya bisa konfirmasi kesana bang,” sambungnya.

Lebih jauh, kata Zarkasih, sejauh ini kondisi lapangan dan fasilitas stadion pasca selesai digunakan pada laga itu belum ada masalah serius, atau dilaporkan ada kerusakan yang berarti. Namun, diakuinya, kalaupun nantinya ditemukan ada kerusakan yang bertanggung jawab atas hal itu adalah Panpel. “Tapi untuk lapangan sampai saat ini nggak ada masalah, namun kalau ada kerusakan ya itu akan menjadi tanggung jawab mereka,” pungkasnya.

Ketika dikonfirmasi, pihak Bapenda belum membeberkan berapa besaran pajak yang diterima dari penjualan tiket. Mereka beralasan masih melakukan koordinasi. ”Saya masih rapat, saya infokan setelah saya koordinasi ya pak, terimakasih,”ujar Dian Damayanti Sekretaris Bapenda Kota Bekasi ketika dikonfirmasi.

Sejauh ini, dari pihak legislatif juga mendorong terkait potensi pemasukan PAD untuk transparan. Sejauh ini DPRD Kota Bekasi dalam hal ini Komisi III mengaku belum mengetahui perihal pemasukan PAD mulai dari sewa stadion dan pajak tiket yang diterima Pemkot Bekasi usai laga Persija vs Sabah FC kemarin.

”Terkait informasi ini nanti akan kita tindaklanjuti lah ya dengan Dispora dan Bapenda khusus berkenaan soal penerimaan PAD sesuai tupoksi kami di Komisi III,”ujar Sekretaris Komisi III DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafiedz, Senin (6/6).

Terpisah, Media Officer (MO) Persija, Kukuh Wahyudi mengatakan, terkait biaya sewa lapangan untuk menggelar laga uji coba di stadion patriot Chandrabaga itu pihaknya tak mengetahui detail nilainya. Adapun soal tiket pertandingan dari total yang disediakan sebanyak 25 ribu habis terjual.

“Iya kalau untuk sewanya kita tak tahu, tapi untuk penjualan tiket yang kita sediakan itu saat di pertandingan diumumkan, bahwa dari 25ribu yang disediakan Panpel semua habis terjual,” kata Kukuh.

Kukuh menyebut, tiket yang disediakan oleh pihaknya itu terdiri dari dua kategori yang dijual secara daring atau online, serta satu kategori tiket yang dikhususkan kepada anggota The Jakmania melalui korwil masing-masing, namun untuk harganya ia mengaku tidak bisa disampaikan. “Jadi, kita mohon maaf bang hanya itu informasi yang bisa kita berikan, dan yang lainnya biar jadi dapur Persija,” tuturnya.
Kukuh pun menambahkan, apabila berkaitan pembagian hasil penjualan tiket ke pemkot Bekasi sebagai pajak daerahnya pun telah dipenuhi tanggung jawabnya oleh tim Panpel Persija, termasuk apabila ada kerusakan di stadion saat digunakan sesuai kesepakatan dengan pengelola stadion.

“Soal ini kami juga tidak bisa sampaikan ya, tapi yang jelas dari Persija itu alhamdulillah aman Bang, karena laporan yang kami terima oke semua. Namun, untuk laporan buat yang kemarin kita belum terima termasuk adanya kerusakan stadion, karena biasanya laporan dari pengelola disampaikan ke kami untuk pembayaran denda kerusakan fasilitas pasca digunakan,” tambahnya. (mhf).