Massa Tumpah Ruah di Luar Area Pemakaman Emmeril Kahn Mumtadz

"Proses Pemakaman Alm Emmeril Khan Mumtadz " TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG Suasana Pemakaman Almarhum Emmeril Khan Mumtadz putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Komplek Islamic Center Baitul Ridwan, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Senin (13/6).

 

RADARBEKASI.ID, CIMAUNG – Lautan massa tumpah ruah saat kedatangan rombongan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang membawa jenazah putra sulungnya Emmeril Kahn Mumtadz (Eril) di area pintu masuk pemakaman, di Komplek Islamic Center Baitul Ridwan, Cimaung, Kabupaten Bandung.


Rombongan pengantar jenazah Eril tiba sekira pukul 10.45 WIB. Tingginya antusiasme ribuan warga yang ingin menyaksikan prosesi pemakaman, menyebabkan kepadatan di area tersebut.

Sejumlah warga bahkan rela panjat sebuah atap rumah demi menyaksikan dari kejauhan proses pemakaman jenazah Eril. warga menaiki tangga yang biasa dipakai untuk memperbaiki genting rumah.


Tak hanya orang dewasa, beberapa anak kecil pun terlihat berada di atas, mencontoh orang yang lebih dulu naik. Dalam amatan sepintas, tinggi atap rumah itu diperkirakan mencapai 5-10 meter. Sementara di bawah mereka terlihat warga lain berjajar di pinggir jalan.

Kendati begitu, warga tetap memilih datang ke lokasi dan bertahan di pinggir jalan, khususnya di depan gerbang masuk ke area dalam pemakaman. Sebagian, mencari spot-spot daerah yang lebih tinggi untuk bisa melihat area pemakaman, seperti atap rumah tadi.

Selain warga, ratusan siswa SMA berseragam pun terlihat berjejer di pinggir jalan, sehingga jumlah warga yang datang semakin bertambah. Meski sudah dibuatkan garis pembatas agar warga tak terlalu menjorok ke jalan, namun jumlah warga tetap tak tertampung.

Kemacetan tak terhindarkan, terlebih akses Jalan Raya Banjaran-Pangalengan ini merupakan akses utama yang menghubungkan dua kecamatan tersebut. Berdasarkan keterangan sejumlah warga setempat, area pemakaman mulai ramai didatangi sejak pukul 06.00 pagi tadi.

“Mundur, mundur, mundur,” kata petugas yang mengamankan lalu lintas.

“Mau mundur gimana, Pak, di belakang banyak motor parkir, mentok,” timpal seorang warga dari arah belakang. (cr1/radarbandung)