Keberangkatan Empat Jemaah Tertunda

ILUSTRASI: Sejumlah jemaah calon haji tiba di Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi,belum lama ini. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebanyak 7.365 Jemaah Haji sudah diberangkatkan dari Asrama Haji Bekasi. Dari total 7.369 Jemaah Haji yang masuk asrama, empat diantaranya tunda berangkat dengan berbagai alasan kesehatan.

Sementara itu, dua kloter jemaah haji Kota Bekasi terbang mulus ke tanah suci, saat ini ada 809 jemaah haji sudah berada di Arab Saudi.


Menjaga kondisi tubuh sebelum dan selama berada di tanah suci nampaknya sangat penting diperhatikan oleh para jemaah. Tiga besar penyakit yang membuat 4.586 jemaah masuk dalam kelompok Risiko Tinggi (Risti) yakni Hipertensi 20 persen, Hiperlipidemia 16 persen, dan Diabetes Militus 7 persen.

Infografis pemberangkatan haji Embarkasi Asrama Haji Bekasi menunjukkan hingga Rabu (16/6) sudah 7.369 jemaah yang tiba dari berbagai daerah di Jawa Barat, 809 diantaranya dari Kota Bekasi. Tinggal selangkah lagi diterbangkan ke tanah suci, empat jemaah harus rela ditunda keberangkatannya.


Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Bandung, Resi Arisandi menyampaikan bahwa dua diantaranya adalah suami istri. Keduanya ditunda keberangkatannya lantaran sang istri tengah dalam kondisi hamil.

Dua jemaah lainnya masing-masing memiliki riwayat penyakit diabetes dan pasca stroke. Saat ini keduanya tengah dalam pemeriksaan dokter spesialis, jika memungkinkan, maka akan diberangkatkan pada kloter selanjutnya.

“Masih dirawat, kalau hasil pemeriksaannya membaik bisa berangkat. Kita lihat nanti dari (dokter) spesialisnya, bisa nggak ibadah disana,” paparnya.
Jemaah yang masuk dalam kelompok Risti didapati mulai dari usia 40 tahun, termasuk satu jemaah yang memiliki riwayat diabetes usianya berkisar 40 tahun. Dari empat ribu jemaah yang masuk dalam kelompok Risti yang sudah tiba di asrama, 141 diantaranya mendapat perhatian khusus lantaran termasuk kelompok risiko tinggi, mereka dilengkapi dengan smart watch.

Tidak semua jemaah yang masuk dalam kelompok Risti diberikan smartwatch yang terkoneksi langsung dengan aplikasi Telejemaah. Hanya mereka yang ada di kelompok Risti tinggi setelah dilakukan pemeriksaan di asrama.
Smart watch ini kata Resi, akan memudahkan petugas kesehatan mengontrol keberadaan hingga kesehatan jemaah sampai dengan saturasi oksigennya.

Aktivitas jemaah yang rentan kondisi kesehatannya akan terkontrol oleh petugas.”Ketika dia (jemaah) pakai smartwatch itu, bisa kontrol diri juga. Nanti kita (petugas kesehatan) kasih tau nih pas kita cek (via aplikasi), pak istirahat dulu karena saturasi bapak lagi turun ini, disarankan jangan memaksakan diri,” tambahnya.

Ia mewanti-wanti jemaah yang belum tiba di asrama haji untuk menjaga Protokol Kesehatan (Prokes) lantaran kasus Covid-19 tengah menunjukkan peningkatan. Kedua, jemaah diminta jujur dengan kondisi dirinya sendiri, serta tetap menjaga kebugaran. Hal ini diperlukan agar tidak gagal berangkat setelah dilakukan pemeriksaan di asrama haji.

Sedangkan bagi jemaah yang sudah tiba di tanah suci, ia mengingatkan bahwa suhu disana berkisar 40 sampai 45 derajat celsius. Sehingga, harus sering minum, memakai sandal atau alas kaki, menggunakan payung, serta tidak terlalu banyak berkeliling sebelum menyelesaikan rangkaian ibadah haji.
“Jangan terlalu sering juga keliling-keliling, ibadah saja dulu, nanti baru yang lainnya,” tukasnya.

Dua kloter jemaah dari Kota Bekasi terbang mulus ke tanah suci, dua rombongan tergabung dalam kloter 4 dan 15. Jemaah yang tergabung dalam kloter 4 sudah berada di Mekkah, sedangkan kloter 15 masih berada di Madinah.

“Alhamdulillah dalam keadaan sehat, tadi juga yang di Mekah sudah mulai berangkat ziarah di sekitar Mekkah,” kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi, Sri Siagawati.
Wanti-wanti sudah diberikan mulai dari jemaah berada di Bekasi sampai dengan jemaah sampai di tanah suci. Terlebih untuk jemaah menyesuaikan diri dengan suhu di tanah suci. Sri menyebut tidak ada jemaah dari Kota Bekasi yang tunda berangkat

“Kan kesehatan sekarang juga ketat, kalau tidak boleh diberangkatkan ya tidak. Yang tidak boleh diberangkatkan itu masuk asramanya memang sudah seperti itu,” tukasnya. (sur).