Pedagang Prediksi Harga Hewan Kurban Melonjak akibat PMK

Nurcholis

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Menyambut Hari Raya Idul Adha, harga hewan kurban mengalami kenaikan di Kabupaten Bekasi, jika dibandingkan pada tahun sebelumnya.

Kenaikan ini disebabkan, karena merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK), yang mengakibatkan proses perizinan semakin ketat, dan pengiriman untuk ke Bekasi harus melalui jalur laut.


Pedagang hewan kurban, Nurcholis menyampaikan, setelah merebaknya wabah PMK, stok hewan kurban baik sapi maupun kambing, dari Jawa dan Bali, pasti terkendala, karena banyak hal yang harus diurus, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Terutama untuk izin lebih ketat, apalagi dari Jiwa Timur dan Jawa Tengah, sebab masuk zona merah. Sehingga sapi-sapi dari Jawa Timur tidak bisa keluar.

“Untuk izinnya lebih ketat, apalagi dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, karena memang bahasanya zona merah. Sehingga sapi-sapi dari Jawa Timur tidak bisa keluar,” ujarnya kepada Radar Bekasi.


Akibatnya, kata Cholis, berpengaruh terhadap harga jual, karena untuk wilayah hewan kurban sapi terbesar wilayah Bali, Bima, Kupang, dan lainnya, sangat terkendala. Menurutnya, perbandingan harga apabila dihitung rupiah, kenaikannya kurang lebih satu ekor mencapai Rp 1 sampai Rp 1,5 juta.

“Jalurnya sempat ketat, tidak bisa lewat Surabaya. Sehingga perjalanan mengakut sapi itu harus lewat laut, otomatis menambah biaya. Termasuk perizinan ujung-ujungnya biaya juga. Harga naik dan stok hewan berkurang,” terangnya.

Biasanya setelah Idul Fitri, kata Cholis, sekitar dua minggu sudah full. Akan tetapi untuk sekarang, baru pada minggu-minggu ini berdatangan ke wilayah Jabodetabek. Artinya, pengiriman hewan kurban untuk wilayah Jabodetabek terlambat.

“Bisa dipastikan, untuk wilayah Jabodetabek suplay hewan kurban terlambat,” beber Cholis.

Meski demikian, lanjutnya, persoalan tersebut tidak berpengaruh ke penjualan hewan kurban. Sebab, berkurban di Idul Adha ini sebagai ibadah.

“Idul Adha ini momentum ibadah, jadi menurut saya, semua itu sudah dipersiapkan dengan baik,” tuturnya.

Pria yang juga sebagai Ketua DPD Gelora Kabupaten Bekasi ini mejelaskan, hewan kurban seperti sapi yang didatangkan dari luar daerah, khususnya Bali, Kupang, dan Bima, sudah dipastikan sehat, tidak terinfeksi wabah PMK.

Menurut Cholis, hewan kurban tersebut sudah divaksin, dan disertai bukti rekomendasi dari Dinas Peternakan. Bahkan, ketika sampai ke Kabupaten Bekasi, akan disuntik vitamin.

“Begitu hewan kurban sampai disini, kami suntik dan pisahkan dengan yang sudah lama, untuk mencegah virus PMK,” pungkas Cholis. (pra)