Elektabilitas Ade Anjlok

ILUSTRASI : Ketua DPD Golkar Kota Bekasi Ade Puspitasari (kiri), saat bersama kader Golkar Kota Bekasi blusukan ke lingkunganw warga. ISTIMEWA/RADAR BEKASI

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Nama ketua DPD Golkar Kota Bekasi Ade Puspitasari, hilang dari radar Calon Wali Kota Bekasi 2024 mendatang. Bahkan elektabilitasnya anjlok dibandingkan dengan tokoh politik lainnya di Kota Bekasi. Hal ini berdasarkan hasil survey Lembaga Etos Indonesia Institute baru-baru ini. Padahal, sebelumnya nama Ade selalu bertengger di setiap survei calon Wali Kota Bekasi.


Survei  Lembaga Etos Indonesia Institute menunjukan, posisi teratas bacalon Walikota Bekasi di Pilkada 2024 diduduki oleh Plt Wali Kota Bekasi  Tri Adhianto  dengan 29% suara,  disusul ketua DPD PKS Kota Bekasi Heri Koswara dengan 17,9% suara.

Sementara itu, kader Golkar yang muncul yakni Zainul Miftah dengan 16,1% suara dan Nofel Saleh Hillaby suara 14.4 %. Lalu, posisi terakhir dari survey itu ditempati Raden Andreas dengan 12.1% suara.


“Iya, ini sesuai questioner dan pastinya nama yang sudah muncul itu menjadi pilihan para responden, karena masing-masing memiliki hak untuk memilih dua nama yang dikenal,”kaa direktur Eksekutif Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah.

Dia mengakui, jika banyak kalangan yang mempertanyakan tenggelamnya nama Ade Puspitasari dalam hasil survey. Menurutnya, kondisi ini imbas dari kasus hukum yang menjerat ayahnya belum lama ini.

“Tapi, kami sampaikan persentase Ade terjun bebas di bawah 4 persen. Artinya ada ketidaksukaan publik Kota Bekasi terhadap pernyataan Ade pasca sang ayah ditangkap KPK,” jelas Iskandarsyah.

Menurutnya, tenggelamnya nama  Ade karena dinilai pasif di masyarakat, berbeda dengan tokoh lainnya.”Namun yang jelas survei itu kan tidak permanen. Kita lihat saja nanti di survei kami yang kelima, apakah nantinya memang ada pergerakan atau pergeseran nama-nama Cawalkot diatas atau tidak,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Info Komunikasi ETOS Indonesia Institute Novita Fearly menyampaikan, survey ini sudah dilaksanakan keempat kalinya dengan jumlah 1000 orang responden, dengan margin error 2,1%, serta tingkat kepercayaan 95%.

“Semua berjalan apa adanya, sehingga kami berharap ini menjadi acuan dan gambaran masyarakat di Kota Bekasi khususnya untuk melek soal perkembangan politik daerahnya,” tambahnya

Terpisah, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bekasi Uri Huryati menegaskan, pihaknya  tidak peduli dengan hasil survei tersebut. Menurutnya, survei itu didasari oleh kepentingan orang yang memesannya.

“Jadi, bagi kami siapapun yang membuat survei itu tidak bakal mengubah keputusan partai kami untuk mengusung Ketua DPD Ade Puspitasari sebagai calon Walikota sejauh ini, karena saat ini komitmen kami demikian,” singkatnya.(mhf)