Misteri Lukisan Calon Presiden Dibanderol Rp 5 Miliar

PERLIHATKAN LUKISAN: Seniman pelukis, Onin Sontani, memperlihatkan hasil karya lukisan yang dibanderol Rp 5 miliar dengan tema ‘jangan tanyakan siapa yang ke delapan’, di Gedung Juang Tambun, Kabupaten Bekasi, Senin (1/8). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Seorang seniman pelukis asal Kabupaten Bekasi, Onin Sontani, membanderol lukisan yang menggambarkan sosok calon presiden kedelapan Republik Indonesia (RI), dengan harga yang sangat fantastis, yakni Rp 5 miliar.

Lukisan berukuran 180 x 120 Cm ini mengangkat tema ‘jangan tanyakan siapa yang ke delapan’, menggambarkan tokoh-tokoh politik di Indonesia yang bakal menjadi pemimpin selanjutnya. Termasuk memampang wajah presiden pertama hingga saat ini.


Radar Bekasi berkesempatan berbincang langsung dengan Onin. Pria kelahiran Bekasi 4 April 1969 ini menuturkan, ide gagasan dalam sebuah lukisan disebut tema. Dalam hal ini, ia mengangkat isu sosial politik yang berkembang dari dulu sampai sekarang. Terlebih, mendekati Pemilihan Umum (Pemilu) untuk pergantian presiden.

“Saat ini, seluruh tokoh politik sibuk bersaing, mencari masa, ingin menjadi pemimpin berikutnya. Dan makna dari lukisan ini memang memperbolehkan dalam politik. Tetapi apa yang dirintis oleh Bung Karno, jangan sampai mengecilkan nilai Indonesia maupun nilai kesatuan dan persatuan Indonesia,” saran Onin.


Kata dia, dengan menggunakan delapan kanvas, agar semua bisa menduga-duga siapa tokoh yang ada dalam lukisan ini.

“Ada presiden pertama berikut tokoh-tokoh lain yang melingkarinya. Saya sengaja membuatnya acak agar masyarakat menduga-duga,” ujarnya saat memamerkan hasil karyanya dalam memperingati bulan Bung Karno 121 tahun, di Gedung Juang Tambun, Kabupaten Bekasi, Senin (1/8).

Kemudian, dirinya merapatkan tokoh-tokoh yang sudah dipilih menjadi satu. Artinya, itu menjadi simbol, jangan hanya bersaing, tapi kasih momen-momen untuk saling mempersatukan antara tokoh-tokoh. Seperti yang dilakukan oleh Joko Widodo dan Prabowo Subianto, yang tadinya bersaing, kemudian mereka duduk bersama.

“Inilah nilai-nilai Bung Karno, selain sebagai pendiri bangsa, juga meneladani tokoh-tokoh politik sampai sekarang, agar menjaga keutuhan bangsa,” terang Onin.

Dalam lukisan tersebut, terlihat sosok Presiden RI Pertama, Soekarno. Kemudian gambar tersebut dikelilingi oleh tokoh-tokoh lain di Indonesia, seperti Airlangga Hartarto, Amien Rais, Mahfud MD, Wiranto, Jusuf Kalla, dan masih banyak yang lainnya.

“Itulah bedanya lukisan ini dengan yang lainnya. Karena saya mengambil politik itu dari sisi misterinya. Seperti siapa presiden berikutnya, masih sebuah teka-teki,” beber pria yang tinggal di Tambun Selatan ini.

Onin yang sudah senang melukis sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) ini, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan lukisan tersebut.

“Ide lukisan ini sudah saya rancang tahun 2021, tetapi proses pembuatannya lama, tiga sampai empat bulan. Sebab, pemilihan tokoh-tokoh di lukisan ini cukup lama. Karena harus tetap dikenali oleh masyarakat,” katanya.

Diakui Onin, ruang untuk seniman di Kabupaten Bekasi masih sangat minim. Berbeda dengan seniman pelukis yang ada di Kota Bekasi. Oleh karena itu, dirinya berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi memberikan ruang untuk berkarya bagi seniman pelukis yang jumlahnya cukup banyak.

“Alhamdulilah, sampai sekarang belum ada ruang khusus bagi seniman pelukis di Kabupaten Bekasi. Saya berharap kepada Pemkab Bekasi, agar menyediakannya,” imbuh Onin. (pra)