Harga Ayam Potong Melonjak, Omset Turun

POTONGIN AYAM: Pedagang sedang memotong-motong ayam untuk dijual ke masyarakat, di Pasar Baru Cikarang, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Minggu (3/4). IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejak dua bulan terakhir, harga daging ayam potong di Pasar Hewan, Kabupaten Bekasi, sudah melonjak tajam. Akibatnya, para pedagang dan pembeli mengeluhkan tingginya harga daging ayam potong jenis peren dan boiler tersebut.

Menurut salah satu pedagang ayam potong, Kholis (45), kenaikan harga mencapai 46 persen dari harga normal, yang biasanya Rp 24.000 per kilogram, saat ini sudah mencapai Rp 35.000 per kilogramnya. Kata dia, tingginya harga ayam potong tersebut, sangat mempengaruhi omset penjualannya.


“Sudah jelas berpengaruh terhadap omset penjualan, sementara gaji karyawan tidak bisa dikurangi, dan keuntungan sudah pasti berkurang,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Rabu (10/8).

Disampaikan Kholis, kenaikan harga ayam potong itu, dipengaruhi juga oleh tingginya harga pakan ternak, dan sulitnya mendapat pasokan ayam dari para peternak.


“Biasanya kalau sekali order itu satu mobil, dan bisa habis dalam satu hari. Namun untuk sekarang ini, satu mobil itu paling bisa habis dalam dua sampai tiga hari,” terangnya.

Sementara pedagang bubur ayam, Pepen Sutikno (38), yang biasa membeli ayam di Pasar Hewan, Cikarang Utara, mengakui harga daging ayam mengalami naik dan turun. Bahkan saat ini, sudah jauh dari harga normal.

“Dengan adanya kenaikan bahan baku untuk bubur ayam, sudah pasti keuntungan berkurang,” ucapnya.

Berbagai upaya terus ia lakukan agar bisa tetap berjualan bubur ayam, meski harga daging ayam potong mengalami kenaikan. Belum lagi harga beberapa komoditas lainnya juga mengalami kenaikan, sehingga sangat berpengaruh terhadap usaha dagang bubur ayam yang dimilikinya.

“Kalau tidak ada daging ayam, saya nggak bisa jualan bubur. Apalagi harga komoditi lainnya juga pada naik, namun saya tetap harus jualan untuk biaya hidup keluarga,” terang Pepen.

Ia sangat berharap, harga daging ayam bisa normal kembali seperti sebelumnya, karena dampaknya sangat dirasakan oleh para pedagang kecil.

“Semoga pemerintah bisa menormalkan kembali harga ayam potong dan kebutuhan lainnya,” imbuh Pepen. (pra)