Dorong Pengembangan Destinasi Wisata

WISATA BAHARI: Foto udara salah satu kawasan wisata bahari yang berada di Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Minggu (21/8). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi akan mengembangkan destinasi wisata di setiap wilayah di daerah yang memiliki kawasan industri terbesar se Asia Tenggara ini.

Walaupun saat ini masih ada tempat wisata yang terbengkalai, seperti Jembatan Cinta di Kecamatan Tarumajaya. Padahal, wisata tersebut sudah diketahui banyak orang.


Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dani Ramdan mengungkapkan, belum lama ini dirinya memonitor pelaksanaan renovasi atau pun penataan destinasi wisata di Pantai Mekar, Muaragembong, untuk memastikan pembangunan tempat wisata itu sudah berjalan, agar pengembangan wisata di wilayah utara bisa bertambah.

“Harapannya, akhir tahun ini proses pembangunan sudah bisa tuntas, sehingga menambah destinasi wisata di Pantai Utara.,” terang Dani kepada Radar Bekasi, Minggu (21/8).


Menurutnya, tempat wisata yang mau dikembangkan saat ini ada tiga. Seperti Pantai Utara, Alun-alun Setu, dan pada tahun depan akan tambah lagi, yakni di Karang Kitri.

Dani berharap, dalam pengembangan tempat wisata ini, bisa dikelola oleh warga sekitar, agar rasa memilikinya lebih kuat. Namun demikian, apabila manajemen-nya dikelola perusahaan, tentu harus dilibatkan juga warga sekitar lokasi wisata.

“Sebenarnya kalau bisa dikelola warga sekitar, itu lebih baik, supaya rasa memilikinya lebih kuat. Karena tempat wisata yang ingin dikembangkan berbasis masyarakat, agar dapat merasakan manfaat dari pariwisata tersebut,” ujar Dani.

Sebelumnya, destinasi wisata Jembatan Cinta yang berada di wilayah Tarumajaya, kondisinya sangat memprihatinkan. Sebab, pengelola tempat wisata ini tidak melakukan perawatan dengan baik. Alhasil, tempat wisata yang sudah berdiri sejak beberapa tahun lalu itu harus ditutup, karena bisa membahayakan para pengunjung.

Dampak dari penutupan wisata Jembatan Cinta ini, sangat dirasakan oleh para pedagang di area tersebut. Pasalnya, omset penjualan para pedagang menurun drastis akibat tidak ada pengunjung yang datang. (pra)