Prioritaskan Keamanan Sekolah Padat Lalin

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN-Sejumlah sekolah di lokasi dengan aktivitas padat lalu lintas harus mengutamakan akses keselamatan siswa. Terpantau saat ini belum semua sekolah dilengkapi fasilitas keamanan Lalin yang memadai.

Seperti jembatan penyeberangan orang (JPO), zebra cross maupun akses pendukung lainya, meski sebelumnya zona selamat sekolah (ZoSS) telah dibuat.


Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Bekasi Barat Misan mengatakan bahwa, saat ini beberapa sekolah yang terletak dipinggir jalan memang belum difasilitasi pembuatan jalan zebra cross.

“Memang pembuatan jalan zebra cross ini sangat penting, khususnya bagi sekolah-sekolah yang berada di pinggir jalan,” ujarnya kepada Radar Bekasi Senin, (5/9).


Misan, menyampaikan bahwa saat ini ada beberapa sekolah di wilayah Bekasi Barat yang letaknya persis di pinggir jalan, dan memiliki volume aktivitas kendaraan yang cukup padat.

“Ada beberapa titik sekolah yang letaknya di pinggir jalan, termasuk Kota Baru 2 dan 3. Tapi kalo Kota Baru 2 dan 3 ini bukan lagi harus dipasang zebra cross, tapi harus pemasangan JPO,” tuturnya.

Sementara beberapa lokasi lainnya berapa di, SDN Bintara 2, SDN Jakasampurna 3, SDN Jakasampurna 10, SDN Kranji 1, SDN Kranji 5, SDN kota baru 4 dan SDN kota baru 10.

“Ini beberapa sekolah yang ada di pinggir jalan, dan memiliki volume kendaraan yang cukup padat namun memang tidak terlalu ramai. Nah sekolah-sekolah tersebut memang harus memiliki zebra cross, sebagai fasilitas penyeberangan anak dan juga masyarakat nya,” jelasnya.

Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi IV Latu Har Hary mengungkapkan, bahwa pembuatan jalan zebra cross menjadi salah satu solusi namun hanya bersifat sementara.

“Pembuatan jalan zebra cross ini menjadi salah satu solusi, namun menurut saya sifatnya hanya sementara. Dan tidak menjadi faktor utama untuk bisa menekan angka kecelakaan dijalan,” ucapnya.

Menurutnya memang dengan adanya pembangunan jalan zebra cross, dapat memberikan kenyamanan dan juga keamanan bagi para pengguna jalan khususnya bagi mereka penyebrang jalan.

“Zebra cross memang bisa memberikan kenyamanan dan juga keamanan bagi para penyeberang jalan, tapi jika ada kelalaian maka kasus kecelakaan dapat terjadi juga,” terangnya.

Dalam hal ini, pihaknya juga mengatakan bahwa masyarakat tidak bisa menyalahkan lokasi sekolah yang dibangun di pinggir jalan. “Lokasi sekolah gak salah, hanya saja kita harus mempertanyakan pengawasan Pemerintah Kota Bekasi pada sekolah yang memang dibangun di pinggir jalan,” ucapnya.

Sehingga pemerintah dalam hal ini, dinilai harus memberikan keamanan bagi para pengguna jalan. Khususnya bagi sekolah yang letaknya berada di pinggir jalan.

“Berikan keamanan dengan peraturan yang tepat, sehingga pengguna jalan khususnya bagi mereka anak-anak yang sekolah nya berada di pinggir jalan. Agar mereka aman dan juga nyaman. Zebra cross memang penting dibuat, tetapi itu sifatnya hanya sementara. Harus ada gerakan lain untuk memberikan pengamanan yang lebih extra,”tukasnya.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah mengklaim sekolah-sekolah yang ada di Bekasi semua sudah terdapat Zona Selamat Sekolah (ZoSS) pada ruas jalan di sekitar sekolah. “Kalau di Bekasi sendiri itu memang semuanya ada Zona Selamat Sekolah, terlebih lagi buat sekolah- sekolah yang ada di pinggir jalan. Seminimal mungkin ada zebra cross di depan sekolahnya,” ungkap Inay sapaannya.

Inay mengaku hingga saat ini masih memantau sekolah mana saja yang belum ada ZoSS. “Saat ini kita juga masih pantau ada sekolah yang belum dibikin ZoSS gak, kalo pun ada nanti kita ajukan biar dibuat ZoSS,” tegas Inay.

Terlepas dari itu kata dia semuanya kembali lagi pada sikap disiplin dan kesadaran terkait keselamatan masing-masing.

“Balik lagi kedisiplinan masing-masing, terutama bagi para pengendara. Percuma kita sudah bikin marka jalan segala macem kalau masih ada yang gak disiplin. sekarang juga Disdik lagi kerjasama sama kepolisian buat sosialisasi terkait keselamatan dan juga keamanan,” tegas Inay.

Pantauan Radar Bekasi SDN Pekayon Jaya VI merupakan salah satu sekolah yang terdapat Zona Selamat Sekolah. Namun karena posisinya berada di pinggir jalan dengan kepadatan lalu lintas, pihak sekolah membuat pintu masuk lain untuk memberikan keamanan siswa siswinya.

Kepala SDN Pekayon Jaya VI Kintoko mengatakan bahwa cara tersebut lebih efektif untuk memperhatikan keamanan dan juga keselamatan para siswanya.

“Kita juga ada ZoSS di gerbang utama kita, kalau hanya gerbang utama saja yang kita aktifkan itu saya rasa keamanan siswa kurang bisa terjamin. Jadi kita membuat pintu kecil yang langsung terhubung dengan wilayah perumahan yang lebih aman dan terjamin keselamatannya” ungkap Kintoko.

Pihak sekolah juga berkoordinasi dengan pihak perumahan khususnya satpam untuk membantu menjaga keselamatan siswa SDN Pekayon Jaya VI. Tidak hanya itu, Kintoko juga mengatakan kalau pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan juga Kepolisian untuk turut membantu menjaga keselamatan dan juga keamanan lingkungan sekolahnya.

Berkaca dari peristiwa kecelakaan lalu lalu lintas yang menewaskan sejumlah siswa SDN II dan III Kota Baru, Kintoko mengatakan hal tersebut menjadi sebuah evaluasi untuk meningkatkan keselamatan para siswanya.

Kintoko mengaku di sekolahnya, guru-guru senantiasa memantau para muridnya yang akan dijemput oleh pihak orang tua.

“Disini kita pasti pantau anak-anak yang mau di jemput orang tuanya, kita gak ada yang pulang duluan sebelum anak-anak kita sudah di pegang sama pihak orang tua,” tambahnya.

Fasilitas ruang tunggu di dalam lingkungan sekolah juga dibuat untuk orang tua yang hendak menjemput anaknya. Jadi, orang tua tidak menunggu anaknya di luar sekolah.
Kintoko juga berharap agar para orang tua menaati peraturan dan juga himbauan sekolah yang telah disepakati guna memperhatikan keselamatan orang tua dan juga siswa.

“Orang tua menyekolahkan anaknya disini itu berharap agar anaknya aman dan juga orang tuanya aman. Jadi menurut saya kalau aturan dan himbauannya ditaati insya allah semuanya bisa aman dan terkendali” pungkas Kintoko. (dew/cr1)