Sekolah SD Rawan Dibobol

ILUSTRASI: Sejumlah siswa SD Negeri di Kota Bekasi mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM). Kerap terjadinya aksi pencurian di lingkungan sekolah dasar membuat keamanan perlu diperketat. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tingkat keamanan sekolah dinilai masih rendah, khususnya bagi tingkat Sekolah Dasar (SD). Hal tersebut terbukti dari masih maraknya kasus pencurian yang kerap terjadi di sekolah. Belum lama ini kasus pencurian terjadi di SDN Kayuringin XIX Kota Bekasi. Dua komputer, enam laptop, dan dua infocus berhasil digondol pencuri.

Pengamat Pendidikan Tengku Imam Kobul Mohammad Yahya mengatakan, bahwa tingkat keamanan yang dibangun sekolah, khususnya SD masih sangat rendah.


“Tingkat keamanan yang dibangun SD memang masih sangat rendah, lain dengan SMP, SMA dan SMK. Mereka sudah cukup baik dalam melakukan pengamanan,” ujarnya kepada Radar Bekasi Minggu, (25/9).

Menurutnya saat ini banyak sekolah minim penerangan, sampai sekolah yang tidak memiliki gerbang sesuai dengan standar keamanan.


“Kadang kalo kita liat sekolah gelap ya, itu bisa memicu kasus pencurian. Seharusnya penerangan di sekolah itu sangat dibutuhkan jangan sampai gelap, dan masih ada beberapa sekolah SD yang memang gerbang bangunanya sudah tidak cukup layak,” terangnya.

Selain itu untuk sekolah pada tingkat SD sendiri, tidak memiliki anggaran khusus untuk keamanan. Berbeda dengan SMP, SMA dan SMK yang memiliki anggaran khusus untuk tenaga pendidikan. Seperti Tata Usaha, administrasi, dan juga keamanan sekolah.

“Kalo SMP, SMA dan SMK itu ada anggaran khusus untuk tenaga administrasi atau yang kerap didengar dengan tenaga pendidikan, seperti Tata Usaha (TU), satpam, atau OB. Kalo SD itu udah gak ada, jadi pinter-pinternya kepsek aja untuk bayar satpam atau keamanan di sekolah,” jelasnya.

Sehingga menurutnya selain keamanan yang dibangun sekolah melalui CCTV, keamanan berupa penjagaan pada sekolah juga harus ditingkatkan lebih baik lagi.

“CCTV itu cuman bisa mantau tidak bisa menindak secara langsung, kalo ada keamanan (petugas) kan langsung bisa ditindak. Setidaknya pencuri akan lebih takut untuk melakukan tindakannya,” ucapnya.

Sementara Kepala Sekolah SDN Jatimekar II Kota Bekasi Burhan mengungkapkan, bahwa saat ini pengawasan yang diterapkan sekolah sudah dilakukan semaksimal mungkin.

“Saya selalu menyalakan semua penerangan di sekolah, jadi biar terang. Terus memasang CCTV di beberapa titik lokasi, dan juga mengerahkan satu satpam yang menjaga pada malam hari,” tuturnya.

Kendati demikian sekolah membenarkan bahwa terkait anggaran penggajian keamanan sekolah, memang tidak dianggarkan secara khusus. Sehingga dalam hal ini sekolah harus pintar-pintar dalam menyisihkan anggaran untuk menggaji petugas keamanan sekolah.

“Memang tidak ada anggaran khusus untuk menggaji keamanan atau satpam, jadi pinter-pinternya kami sekolah untuk bisa menggaji satpam tersebut. Jadi kami cuman punya satu satpam yang ditugaskan menjaga pada pukul 18.00 WIB sampai dengan pukul 06.00 WIB. Sisanya pada pagi sampe sore adalah tugas guru dan saya sebagai kepala sekolah untuk mengamankan sekolah,” tukasnya. (dew)