Gempa Cianjur Renggut Warga Rawalumbu

MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS ANTAR JENAZAH : Kerabat dan keluarga membawa jenazah korban gempa bumi saat akan dimakamkan di Desa Sukamulya, Cugenang, Kabupaten Cianjur, kemarin.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Gempa bumi berkekuatan 5,6 skala richter yang mengguncang Kabupaten Cianjur awal pekan kemarin, merenggut salah satu warga Kota Bekasi Cece Ahmad Soleh (55). Warga Kelurahan Bojong Menteng meninggal di rumah orang tuanya di Kampung Awilarangan, Desa Benjot, Kecamatan Cianjur.

Sedianya Cece bertolak dari Kota Bekasi menuju Kabupaten Cianjur pagi hari untuk menyelesaikan urusan bisnis, lalu kembali untuk berkumpul dengan keluarga di Bekasi. Cece diketahui berangkat dengan satu rekannya dari Kota Bekasi.


Cece diketahui merupakan warga asli Kabupaten Cianjur, kepergiannya meninggalkan istri dan dua anak berusia 26 dan 18 tahun. Keberangkatan Cece dalam rangka urusan bisnis, sekaligus melihat aset kebun yang ia miliki di Kabupaten Cianjur.

Cece berangkat dari Kota Bekasi pagi hari. Sesampainya di Cianjur, ia ingin singgah dan makan di rumah orang tuanya di Kampung Awilarangan, Desa Benjot, Kecamatan Cianjur.”Almarhum berangkat hari Senin setelah shalat subuh,” ungkap Lurah Bojong Menteng, Hasan Sumalawat.


Usai makan siang, gempa mengguncang Kabupaten Cianjur, saat itu Cece berada di dalam rumah. Informasi yang didapat Hasan, rekan yang berangkat bersama bernama Yadi selamat, usai makan siang keluar rumah untuk merokok.

Keluarga terkejut dan tidak percaya Cece meninggal dunia dalam peristiwa gempa bumi yang merenggut ratusan korban jiwa tersebut. Hasan bersama dengan tiga pilar di lingkungan Kecamatan Rawalumbu telah mendatangi rumah duka dan menyampaikan duka cita kepada keluarga.

Kepada keluarga Cece, Hasan menyampaikan bahwa pemerintah kelurahan akan membantu segala urusan administrasi jika sewaktu-waktu diperlukan oleh keluarga.”Kita akan membantu segala urusan administrasi yang berkaitan dengan almarhum, langsung saja menghubungi saya,” ungkapnya.

Sementara itu saat ditemui dalam kegiatan berkantor sehari di Kecamatan Rawalumbu, Plt Walikota Bekasi, Tri Adhianto menyampaikan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) telah mengirimkan bantuan relawan kebencanaan, tenaga medis, maupun logistik makanan pada hari pertama dan kedua pasca gempa, yang terakhir kemarin personil Dinas Kesehatan (Dinkes) juga bertolak ke Kabupaten Cianjur.

Bantuan berikutnya juga akan diberikan oleh Kota Bekasi, saat ini pihaknya tengah menggalang donasi dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN.”Kami juga sudah membuat open donasi kepada para ASN dan non ASN yang ada, jadi itu lah langkah yang kita lakukan,” ungkapnya.

Pemerintah Kota juga akan menghitung kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memberikan hibah kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur. Hal ini dilakukan menyusul himbauan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian kepada seluruh pemerintah daerah guna menanggulangi dampak gempa melalui dana Belanja Tak Terduga (BTT).

“Terkait dengan hibah, nanti kita lihat, seberapa besar yang kemudian bisa kita berikan kepada Cianjur,” tambahnya.

Sementara itu, Korban meninggal dunia terdampak gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, kini terdata 271 jiwa meninggal dunia. “Korban jiwa tercatat 271 jenazah,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers daring, Rabu (23/11).

Suharyanto menjelaskan, pihaknya terus melakukan proses pencarian dan evakuasi terhadap korban terdampak gempa. Terkini, sebanyak 40 orang masih dinyatakan hilang.

“Yang hilang, yang terdata sampai sore ini 40 orang, 39 di Cugenang, satu di Warung Konda,” ucap Suharyanto. Sementara korban luka-luka di Cianjur mencapai 2.043 orang. Tercatat juga, 61.908 orang masih mengungsi di tenda-tenda darurat.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi mengaku, pihaknya masih berusaha mencari dan menyelamatkan korban yang masih hidup. Meski kemarin (23/11) sudah memasuki hari ketiga pasca gempa, dia masih yakin ada korban selamat butuh pertolongan.

Benar saja, kemarin siang seorang anak bernama Azka berhasil diselamatkan oleh Tim SAR Gabungan. “Yang kami selamatkan (lebih dulu) adalah orang-orang yang masih bisa ditolong hidup. Itu jadi yang utama dan itu sangat logis,” ungkap Henri. Dia percaya seluruh anak buahnya yang bertugas di Cianjur akan berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan sebanyak-banyaknya korban. Laporan hingga pukul 17.00 kemarin, Tim SAR Gabungan juga berhasil mengevakuasi beberapa korban meninggal yang tertimbun reruntuhan bangunan.

Para korban dievakuasi dari beberapa titik terdampak gempa. Diantaranya adalah Kecamatan Cugenang dan Kecamatan Warungkondang. Henri mengakui bahwa gempa susulan masih terjadi. Namun demikian, intensitas serta kekuatan gempa sudah jauh berkurang bilang dibandingkan dengan hari pertama gempa melanda. Dia pun menegaskan bahwa dirinya sudah menyampaikan kepada seluruh personel Basarnas untuk membuat skala prioritas. “Kami memprioritaskan mana yang harus kami tolong lebih dulu,” ungkap perwira tinggi dengan tiga bintang di pundak itu.

Kepala Kantor SAR Bandung Jumaril menyampaikan bahwa kemarin pihaknya membuat 12 tim. Mereka di sebar ke 12 kecamatan terdampak gempa di Cianjur. Mereka bertugas untuk menyisir dan memeriksa semua titik terdampak guncangan lindu bertenaga 5,6 skala richter tersebut. “Apabila menemukan spot atau dugaan dibutuhkan bantuan pencarian dan pertolongan, SRU menginformasikan koordinat kepada Pos SAR Gabungan,” kata dia. Selanjutnya tim dari Pos SAR Gabungan bakal langsung bergerak ke titik tersebut.

Tidak sampai di situ, mereka juga terus berusaha mengakses titik-titik terdampak gempa yang masih belum terjangkau atau terisolir. Basarnas mengakui bahwa sudah ada informasi yang menyebutkan korban gempa tidur satu tenda dengan jenazah. Selain itu, informasi ada korban gempa yang kekurangan bantuan pun sudah sampai kepada Basarnas. Para korban berada di lokasi yang belum bisa dijangkau melalui jalur darat. Sehingga Basarnas mengerahkan satu unit helikopter untuk mengirimkan bantuan. “Droping logistik untuk pengungsi di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang menggunakan Helikopter BO-105 Basarnas,” beber Jumaril.

Secara keseluruhan kekuatan Basarnas yang digerakkan di Cianjur sebanyak 796 personel. Itu termasuk petugas dari Kantor SAR Bandung, Kantor SAR Cilacap, dan Kantor SAR Semarang. Selain itu Basarnas Special Group juga sudah diturunkan. Sementara peralatan yang digunakan terdiri atas tiga unit truk angkut personel, tiga unit truk rescue, empat unit rescue compartment, tiga unit rescue car double cabin, dua unit motor trail, lima unit palsar ekstrikasi, empat set palsar CSSR, dua set alat komunikasi, tiga set alat evakuasi, satu set GPR, tenda posko, peralatan medis, dan sejumlah peralatan lainnya. (sur/syn)