Berita Bekasi Nomor Satu

1.207 Ibu Hamil Tinggal di Tenda Pengungsian Cianjur

Korban terdampak gempa di Cianjur dialami para ibu hamil. Mereka juga kini terpaksa tinggal di tenda-tenda pengungsian.

RADARBEKASI.ID, CIANJUR – Korban terdampak gempa di Kabupaten Cianjur berada di pengungsian. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 325 lokasi pengungsian yang berhasil diidentifikasi.

Perinciannya, 187 titik adalah pengungsian terpusat dan 142 mandiri. Sedangkan jumlah pengungsi yang tercatat sampai kemarin sebanyak 73.874 orang.

Terdiri atas 33.713 laki-laki dan 40.161 perempuan. Dari jumlah itu, terdapat penyandang disabilitas sebanyak 92 orang, ibu hamil 1.207, dan lansia 4.240 orang.

”Untuk saat ini memang masih banyak yang membutuhkan tenda, baik ukuran besar maupun kecil. Kita akan terus menambahnya,” terang Kepala BNPB Suharyanto.

Sebagian korban gempa Cianjur yang mengalami luka-luka tidak mau berobat ke rumah sakit (RS). Mereka merasa trauma berada di dalam bangunan. Takut gempa terjadi lagi.

Salah satu warga yang menolak berobat ke RS adalah Enung, 45, warga Kampung Tegal Lega.

Padahal, dia mengalami luka cukup serius di kepala dan kaki kanan karena tertimpa reruntuhan rumahnya.

Ditemui di lokasi tempatnya mengungsi tidak jauh dari rumahnya, Enung mengaku sudah beberapa kali diajak berobat ke RS oleh warga. Namun, dia tetap menolaknya. ”Saya lebih baik diobati di sini (tenda) dengan obat seadanya daripada harus ke rumah sakit,” ungkapnya kemarin (27/11).

Enung takut saat di dalam RS tiba-tiba bangunannya runtuh seperti yang terjadi di rumahnya. Dia tidak mau kejadian tersebut terulang. Selain alasan itu, dia juga takut dengan peralatan medis. ”Jadi, cukup diobati di sini saja, di sini kan juga dikasih obat. Ini kepala saya juga sudah dijahit enam jahitan. Kaki kanan juga diperban,” jelasnya.

Enung tidak sendirian. Di pengungsian tempat dia tinggal, ada beberapa ibu yang juga mengalami luka-luka. Mulyati, 56, salah satunya. Dia juga mengalami luka di kepala dan kaki. Bahkan, luka di kepalanya harus dijahit. Bedanya, seusai kejadian, dia langsung dibawa ke RSUD Sayang Cianjur. ”Tapi tidak sampai menginap. Langsung pulang hari itu juga,” terangnya. (jpc)