Terjerat Pinjol, Ecky Nekat Mutilasi

DIGARIS POLISI : Petugas kepolisian memasang garis polisi di kontrakan yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan mayat dimutilasi di Desa Lambangsari Tambun Selatan, Jumat (30/12).ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Warga Kampung Buaran, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, digegerkan dengan penemuan potongan mayat berjenis kelamimn perempuan di sebuah kontrakan. Potongan mayat yang tersimpan di dalam dua buah box tersebut, diduga berinisial A (54) yang merupakan karyawan supermarket.

Penemuan mayat mutilasi ini berawal dari pencarian seorang laki-laki berinisial MEL (34) yang dilaporkan hilang oleh Polda Metro Jaya. Saat itu, pihak kepolisian mendatangi sebuah kontrakan untuk mencari tahu orang hilang atas nama Ecky, karena menurut informasi yang bersangkutan tinggal Kampung Buaran, Desa Lambangsari (lokasi penemuan mayat mutilasi).


Melihat ada empat pintu kontrakan, pihak kepolisian bertanya mengenai penghuninya. Lalu ketika diperiksa ternyata terdapat selembar kertas yang dituliskan oleh pemilik kontrakan ditujukan kepada seseorang bernama Ecky. Pihak kepolisian langsung menanyakan keberadaan pemilik kontrakan, untuk menggali informasi mengenai seorang yang bernama Ecky.

“Ada empat pintu kontrakan disini, yang dua kosong dan yang dua lagi di ujung ada penghuninya. Nah kata pihak kepolisian begitu melihat ada kertas atas nama Ecky, yakin bahwa dia (pelaku) yang mengontrak disini. Saya diminta menghubungi pemilik kontrakan untuk meminta kunci,” ucap Dian Ardiansyah, salah seorang warga yang merupakan tetangga dari kontrakan tersebut.


Ketika polisi berhasil membuka kamar kontrakan tersebut, didapati dua kotak kontainer yang dilakban. Kata Dian, kotak kontainer itu terdapat sejumlah plastik hitam yang ternyata berisi potongan tubuh jasad Wanita.Mayat tersebut sudah dalam kondisi hancur dan terpotong-potong. Dari keterangan pihak kepolisian, diperkirakan mayat wanita termutilasi itu sudah dua bulan.

Ditempat yang sama, pemilik kontrakan berinisial AS (52) mengaku, pelaku ngontrak di tempatnya sejak bulan Juni tahun 2021 lalu. Pada awal mau mengontrak, pelaku mengaku bekerja sebagai kontraktor bangun-bangun rumah di sekitar kontrakan. Berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), pelaku asal Bandung.

“Saya sempat nanya juga kenapa nggak tinggal di perumahan, kok malah disini (kontrakan). Dia (pelaku) mengaku keluarganya (anak dan istri) di Bandung, dia sering pulang ke Bandung, karena memang KTP-nya Bandung,” jelasnya.

Berdasarkan pengakuannya kata AS, pelaku ngontrak seorang diri. Lalu pada bulan Agustus 2022, pelaku tidak membayar kontrakan sehingga di tempel selembar kertas di pintu. Nomor handphone pelaku sudah tidak aktif sejak bulan September 2022, karena di kejar-kejar Pinjaman Online (Pinjol). Hal itu mengingat, istri AS pernah ditelpon oleh penagih yang menanyakan keberadaan pelaku.

“Pinjol telepon ke istri saya, makanya istri saya kaget. Sejak itu dihubungi sudah nggak bisa, sampai sekarang sudah nggak bisa,” ungkapnya.

Selama ini dirinya memang tidak memperhatikan keseharian pelaku, karen jarak rumah dan kontrakan cukup jauh. Sementara untuk pembayaran kontrakan pelaku mentransfernya. Dirinya mengetahui kejadian ini setelah pihak kepolisian dateng. “Saya baru tahunya setelah dikontak polisi,” tuturnya.

Pada Jumat (30/12/2022), Tim gabungan Resmob Ditreskrimum dan Inafis Polda Metro Jaya menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi penemuan. Berdasarkan pantauan Radar Bekasi di lokasi, sejumlah anggota kepolisian tiba di lokasi sekitar pukul 15:15 WIB. Sesampainya di lokasi, polisi langsung melakukan olah TKP di dalam kontrakan.

Selang beberapa jam, petugas kepolisian keluar dari dalam kontrakan dengan membawa dua buah paperbag ukuran besar, dan dua lainnya berukuran kecil. Bawaan itu diduga berisi sejumlah barang bukti penting terkait kasus mutilasi yang dilakukan oleh penghuni kontrakan asal Kota Bekasi.

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya yaitu Endra Zulpan mengatakan, pelaku mutilasi berinisial MEL sebelumnya dilaporkan hilang. Menurut keterangan keluarga pelaku saat membuat laporan kehilangan, pria berusia 34 tahun itu tiba-tiba saja hilang setelah meminta izin untuk pergi ke ATM.

Saat ini, pelaku MEL sudah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian setelah bukti mayat perempuan yang sudah dimutilasi ditemukan. “Langsung mengamankan tersangka dan dilakukan penggeledahan. Saat melakukan penggeledahan, ditemukan dua boks kontainer berisikan kantong plastik hitam yang didalamnya berisi mayat berjenis perempuan,” jelasnya.

“Saat ini tim Subdit Resmob PMJ di bawah pimpinan Kasubdit Resmob Kompol Ressa F Marasabessy sedang mendalami berbagai kemungkinan. Baik motif ataupun tersangka,” tambah Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga jasad korban wanita dimutilasi oleh pelaku dengan gergaji listrik. “Jadi masih kita teliti sampai sekarang, memang ada beberapa hal yang identik dengan hasil penyelidikan kita, misalnya bahwa ini tidak dipotong dengan menggunakan golok. Ternyata benar, dari kedokteran forensik awal kemarin kita lihat memang bentukan (tulangnya) bergerigi,” lanjutnya.

Untuk sekarang, mayat yang dimutilasi itu sudah dilakukan autopsi lantaran diduga jenazah telah disimpan cukup lama.”Tim kedokteran forensik RS Bhayangkara saat ini sedang melaksanakan otopsi terhadap jenazah tersebut. Diduga jenazah ini sudah disimpan cukup lama di TKP,” katanya. (pra)