Negara Ini Bolehkan Warganya Akses Konten Dewasa

Ilustrasi konten dewasa. Warga di Louisiana boleh membuka internet, website, dan platform lainnya untuk mengakses konten dewasa dengan catatan telah mendapat izin dari pemerintah. (iStock)

RADARBEKASI.ID, AMERIKA – Lain negara lain aturan. Di saat banyak negara melarang warganya untuk mengakses hal-hal tertentu, seperti senjata api, dan alkohol ada negara yang justru membolehkannya. Termasuk soal konten dewasa.

Louisiana, negara bagian di Amerika Serikat, misalnya justru membolehkan warganya mengakses konten dewasa. Meski dengan sejumlah persyaratan ketat.


Warga Louisiana dibolehkan membuka internet, website, dan platform lainnya untuk mengakses konten dewasa, dengan catatan telah mendapat izin dari pemerintah.

BACA JUGA: Jadi Konsumen Konten Dewasa Dea OnlyFans, Komedian Berinisial M Dipanggil Polisi


Undang-undang negara bagian itu mulai berlaku pada 1 Januari 2023 mewajibkan situs web yang berisi sebagian besar dari materi yang berbahaya bagi anak di bawah umur untuk meminta pengguna membuktikan bahwa mereka berusia 18 tahun atau lebih.

“Porsi substansial menurut undang-undang baru, lebih dari 33,3 persen konten situs web. Seperti yang dicatat Gizmodo, beberapa situs sudah mulai meminta pengunjung untuk memverifikasi usia mereka.

Situs web yang meng-hosting konten yang dapat dianggap dewasa juga harus menerapkan metode verifikasi usia yang ketat, termasuk meminta pengguna untuk menunjukkan tanda pengenal yang dikeluarkan pemerintah atau bentuk digital lainnya.

BACA JUGA: Demi Konten, Remaja 14 Tahun Tewas Ditabrak Truk

Beberapa situs tersebut juga telah memilih untuk meminta pengunjung membuktikan usia mereka dengan menggunakan aplikasi LA Wallet mereka, yang merupakan aplikasi dompet digital negara bagian tersebut untuk SIM.

Video yang diposting di Twitter menunjukkan bagaimana situs konten dewasa menggunakan aplikasi untuk memeriksa usia pengguna.

Dalam dokumen yang merinci Undang-undang tersebut, penulisnya mengatakan kalau hal ini dibuat untuk tujuan baik, yakni membentengi anak-anak, remaja dan usia rentan lainnya agar tidak menyalahgunakan atau mengakses konten dewasa tanpa pengawasan.

BACA JUGA: Perempuan Kebaya Merah Layani Pesanan 1 Lawan 3, Begini Kata Polisi

“Pornografi juga berkontribusi pada hiperseksualitas remaja dan praremaja, anak-anak dan dapat menyebabkan harga diri rendah, gangguan citra tubuh,” jelas aturan tersebut.

Seperti halnya aturan pada umumnya, dilansir dari Engadget, ini juga mengundang pro dan kontra di masyarakat. Bukan dari kontennya, yang disorot justru adalah keamanan datanya mengingat aturan ini melibatkan kartu identitas.

Banyak pihak menilai meningkatkan kekhawatiran keamanan dan privasi tentang keharusan menunjukkan ID untuk mengakses konten dewas secara online.

Bahkan jika situs yang dimaksud berjanji bahwa bukti usia seseorang tidak memungkinkan siapa pun untuk melacak aktivitas online mereka. (jpc)