Sempat Terpuruk, Pelaku UMKM Optimis Bangkit

ILUSTRASI: Pekerja memindahkan tahu yang sudah matang di salah satu pabrik tahu di Kawasan Cipendawa, Kota Bekasi. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Setelah dihantam badai pandemi Covid-19, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Bekasi memiliki harapan bisa kembali bangkit setelah kondisi membaik.

Tahun 2023 para pelaku UMKM optimistis dapat mengembangkan kembali usaha, dan meningkatkan penjualan.


“Di tahun 2021-2022 kemarin para pelaku UMKM menurun drastis dari tingkat penjualan, produksinya, tapi di tahun 2023 ini mereka optimis bisa pulih kembali,” ungkap Motivator UMKM Kota Bekasi, Afif Ridwan kepada Radar Bekasi, Selasa (24/1).

Dijelaskan Afif pada tahun 2021 hingga 2022, penjualan dan juga produksi para pelaku UMKM di Kota Bekasi anjlok 60 hingga 70 persen.


“Dua tahun terakhir tingkat penjualan para pelaku UMKM di Kota Bekasi itu, menurun 60 sampai 70 persen,” terangnya.

Sehingga di tahun 2023 ini dengan dicabutnya status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara nasional, diharapkan bisa membangkitkan dan memulihkan kembali ekonomi di masyarakat.

“Insya Allah optimis karenakan Covid-19 juga sudah menurun, pembatasan juga sudah tidak ada. Sekarang kondisi berangsur normal, ekonomi bisa pulih walaupun pemulihannya memang lambat dan membutuhkan waktu,” tuturnya.

Bangkitnya para pelaku UMKM khususnya di Kota Bekasi, diharapkan dapat terjadi pada tahun 2023 ini dengan dibarengi dengan pemulihan ekonomi di berbagai sektor. “Ada harapan di tahun 2023 ini untuk bangkitnya para pelaku UMKM,” ucapnya.

Dengan harapan dan juga optimisme yang dimiliki para pelaku UMKM, diharapkan juga dapat mendorong tingkat produksi dan penjualan.”Yang terpenting adalah optimis dan memiliki harapan untuk bisa bangkit kembali,” jelasnya.

Terpisah, pelaku UMKM makanan matang Pamrintis memebenarkan bahwa selama dua tahun terakhir ini tingkat penjualannya sangat menurun.

“Bener-bener menurun dua tahun terakhir sampai bingung mau mutar balik modal itu gimana, ” ucapnya.

Dalam keadaan normal penjualannya bisa mencapai Rp 800 ribu hingga Rp1 juta per hari. Namun disaat pandemi hasil penjualan yang didapatkan hanya di kisaran Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu.

“Kalau normal saya bisa dapet Rp 800 ribu tapi kalau lagi rame banget bisa dapet Rp 1 juta, nah pas Covid-19 ini dagang bener-bener anjlok banget,” tuturnya.

Namun dirinya optimis di tahun 2023 ini keadaan bisa berangsur membaik, dan pendapatan dari hasil daganganya bisa kembali berjalan normal. “Saya optimis aja karena sudah berangsur normal,” ucapnya.
Sementara data yang dihimpun dari Pemerintah Kota Bekasi (Pemkot), jumlah pelaku UMKM yang terdaftar sebanyak 6.721 UMKM yang bergerak di beberapa sektor.(dew)