RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebanyak empat kecamatan di wilayah Kota Bekasi terdampak banjir kiriman akibat meluapnya Kali Cileungsi Kabupaten Bogor dan Kali Bekasi, Kamis (4/5) dini hari.
Warga Perumahan Pondok Gede Permai, Habibi mengatakan, air mulai masuk ke pemukiman warga pada Kamis (4/5) dini hari sekitar pukul 02.00 dan menggenang hingga selutut orang dewasa.
“Air masuk sekitar pukul 02.00 tadi, kita dikasih tau kalau mau ada kiriman (banjir) dari Bogor,” ucapnya
Hal senada juga diungkapkan Dani yang tinggal di bantaran Kali Bekasi. Dia sempat tidak menyadari banjir tersebut lantaran cuaca di Bekasi tidak dalam kondisi hujan deras.
“Bekasi semalam hujan tidak deras, tiba tiba banjir. Kejadiannya sekitar jam setengah tiga pagi kita pada tidur tiba-tiba dibangunin mau ada kiriman banjir, ya udah langsung beresin barang-barang,” ujarnya.
Pantauan Radar Bekasi pukul 08.00 WIB kondisi jalan utama perumahan Pondok Gede Permai sudah bisa dilintasi kendaraan. Sebagian warga tengah melakukan bersih bersih lumpur bekas banjir.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi Enung Nurcholis mengatakan, banjir tersebut diakibatkan adanya kiriman dari Bogor meski wilayah Bekasi tidak diguyur hujan
“Intensitas hujan di Bogor tinggi kurang lebih jam 9, sehingga air di Bekasi sampai jam 12, terus top level jam 2,” ungkap Enung saat dihubungi, Kamis (4/5).
Banjir kiriman tersebut sedikitnya merendam empat wilayah kecamatan yang berada di Bantaran Kali Bekasi, diantaranya Kecamatan Jatiasih, Bekasi Selatan, Bekasi Timur, dan Bekasi Utara.
“Bekasi Selatan ; di Perumahan Jaka Kencana setinggi 50 cm, Bekasi Timur ; Gg Mawar setinggi 50 cm, Mayor Oking setinggi 30 cm, Gg Kalimaya 30 cm, Kp Lengkak 40 Cm, dan Bekasi Utara ; Kp Lebak setinggi 70 cm,” kata Enung.
Lanjut Enung pihaknya masih melakukan pendataan berapa rumah dan KK yang terdampak akibat dari banjir kiriman dari Bogor tersebut.
Dan di wilayah Jatiasih di Perumahan Pondok Gede Permai pantauan Radar Bekasi mencapai 50 cm. Banjir di Perumahan Pondok Gede Permai, kata Enung akibat resapan pintu air.
“Karena ada rembesan pintu air di PGP dan kedua karena tanggul di Perumahan Jakakencana belum selesai, masih dalam pengerjaan, karena airnya tinggi luber,” kata dia
Pihaknya, akan segera melakukan koordinasikan dengan DBMSDA untuk dilanjutkan ke BBWSCC. (rez)











