Berita Bekasi Nomor Satu

SMP Negeri Kota Bekasi Maksimal 40 Siswa per Kelas

ILUSTRASI: Sejumlah siswa SMPN 29 Kota Bekasi. FOTO: DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI — Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mulai mengurangi jumlah siswa per kelas atau rombongan belajar (rombel) di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri secara bertahap mulai tahun ajaran 2026/2027. Jumlah siswa per kelas diturunkan dari maksimal 44 menjadi 40 siswa.

Di sisi lain, Pemkot Bekasi menggandeng puluhan SMP swasta untuk menampung siswa yang tidak diterima di sekolah negeri. Melalui skema ini, siswa dari keluarga tidak mampu akan dibebaskan dari biaya pendidikan alias gratis karena seluruh pembiayaan ditanggung pemerintah.

Kebijakan tersebut dinilai akan berdampak berantai, mulai dari peningkatan kualitas pembelajaran hingga kesejahteraan guru sekolah swasta.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan Disdik Kota Bekasi tengah mensosialisasikan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Saat ini, kata dia, Pemkot menyasar 4 ribu siswa untuk bisa sekolah gratis di SMP swasta.

“Di mana kita membuka ruang lebih banyak lagi bagi warga masyarakat yang tidak mampu untuk kemudian sekolah di swasta, tetapi pembayarannya oleh pemerintah,” ungkapnya belum lama ini.

Menurut Tri, distribusi siswa ke sekolah swasta dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Bekasi.

Menurutnya, jumlah siswa per rombel di SMP Negeri yang sebelumnya 44 orang ditekan menjadi 40 siswa. Jumlah tersebut secara bertahap akan terus dikurangi hingga mencapai jumlah ideal per kelas.

“Terkait dengan mutu, kita harapkan bahwa sekolah bukan saja tempat belajar, tetapi juga menjadi tempat proses pendidikan. Jadi guru mendidik sikap, prilaku,” katanya.

Selain itu kata dia, pemerintah masih memiliki keterbatasan dari sisi sarana dan prasarana hingga kurangnya jumlah guru. Kota Bekasi kekurangan hampir 1.500 guru sejak beberapa tahun terakhir.

Selain mutu pendidikan, kerjasama dengan sekolah-sekolah swasta tersebut menurutnya akan berdampak pada kesejahteraan guru. Jam mengajar guru swasta akan bertambah, dengan begitu syarat untuk memperoleh tunjangan bagi guru yang telah memiliki sertifikasi akan terpenuhi.

“Jadi kesejahteraannya tentu akan lebih merata, semakin banyak lagi guru-guru yang mendapatkan kesempatan dan dia meningkatkan kemampuannya, meningkatkan kapasitasnya untuk menggali potensi yang dimiliki,” tambahnya.

Tahun ini, total lulusan SD di Kota Bekasi diperkirakan sebanyak 34.893 siswa. Pelaksanaan SPMB di jenjang SMP tahun ini masing-masing menyediakan kuota sebesar 45 persen di jalur domisili, 25 persen di jalur afirmasi, 25 persen di jalur prestasi, dan 5 persen di jalur mutasi. (sur)