Berita Bekasi Nomor Satu

Ramai Penolakan, Pemkot Bekasi Hentikan Sementara Pembangunan Lapangan Padel di Jatibening 

PROYEK PADEL : Bangunan konstruksi lapangan padel berdiri tepat di samping Asshodriyah Islamic School (AIS) Bekasi, Jalan Caman Raya, Jatibening, Kota Bekasi. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI –  Pemerintah Kota Bekasi menghentikan sementara pembangunan lapangan padel di Jalan Raya Caman Raya, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede. Langkah ini diambil menyusul ramainya penolakan dari orangtua murid dan pihak Asshodriyah Islamic School (AIS) terhadap pembangunan area olahraga tersebut.

Penolakan bahkan muncul melalui petisi daring di laman Change.org bertajuk “Menolak pembangunan lapangan padel dekat SD Asshodriyah Islamic School Jatibening”. Petisi yang dibuat 1 Mei tersebut hingga Minggu (10/5) malam telah ditandatangani 2.369 warganet.

Saat ini, rangka bangunan lapangan padel tersebut sudah mulai terlihat berdiri. Di lokasi juga terpasang izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dengan nomor SK-PBG-327508-17042026-022 tertanggal 17 April 2026. Bangunan itu tercatat sebagai sarana olahraga dengan fungsi sebagai tempat usaha.

Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi, Arif Maulana, mengatakan lokasi pembangunan lapangan padel tersebut berada di zona jasa dan perdagangan sesuai Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan RTRW Kota Bekasi.

Meski demikian, pihaknya menegaskan kegiatan pembangunan dan operasional tetap harus memperhatikan kondisi lingkungan sekitar agar tidak menimbulkan kerugian maupun gangguan bagi pihak lain.

“Terkait adanya pengaduan yang disampaikan pihak sekolah dan orang tuamurid, kami dari Dinas Tata Ruang menghentikan sementara kegiatan pembangunan,” ujarnya, Jumat (8/5).

Distaru Kota Bekasi juga akan menggelar rapat koordinasi bersama pihak sekolah, pengembang dan perwakilan orangtua murid guna mencari solusi terbaik terkait polemik tersebut.

“Kami akan melaksanakan rapat koordinasi antara Dinas Tata Ruang, pihak sekolah, pemilik bangunan dan perwakilan orangtua murid untuk mencari solusi,” katanya. (rez)