Berita Bekasi Nomor Satu

Koalisi Perubahan Kabupaten Bekasi Belum Deklarasi Bersama

ILUSTRASI: Simpatisan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) saat mengawal pendaftaran bacaleg di Kantor KPU Kabupaten Bekasi Kedungwaringin, beberapa waktu lalu. Deklarasikan dukungan secara bersama-sama belum dilakukan Partai Koalisi pasangan AMIN di Kabupaten Bekasi. ARIESANT/RADAR BEKASI 

RADARBEKASI.ID, BEKASI –   Deklarasikan dukungan secara bersama-sama belum dilakukan Partai Koalisi pasangan Anies-Muhaimin (AMIN) di Kabupaten Bekasi. Padahal tahapan kampanye sudah akan dimulai hari ini (28/11/2023). Sebelumnya deklarasi bersama sudah dilakukan Koalisi Indonesia Maju (KIM) pengusung Prabowo-Gibran dan Koalisi partai pengusung Ganjar-Mahfud.

Ketika dikonfirmasi terkait itu, DPD Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Bekasi justru tak satu suara. “Sama Ketua DPD aja,” ucap Sekretaris DPD Partai NasDem Kabupaten Bekasi, Endang Suherman, saat dikonfirmasi Radar Bekasi belum lama ini.

Namun disisi lain, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bekasi, Marjaya Sargan, juga tak memberikan tanggapan saat dikonfirmasi perihal Koalisi Perubahaan.

Terpisah, Sekretaris DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bekasi, Ahmad Faisal menjelaskan, belum adanya pertemuan resmi antar partai koalisi perubahaan di Kabupaten Bekasi, karena sebelumnya masih menunggu instruksi dari pimpinan pusat. Sementara pimpinan di tingkat pusat baru tuntas mengumumkan skuat timnas Tim Kampanye Nasional (TKN) yang belum lama ini ditetapkan.

“Sebagai pengurus di tingkat DPC (daerah), kita menunggu instruksi. Kita sudah menentukan Tim Kampanye Daerah (TKD) dari partai koalisi yang ada. Dalam waktu dekat ini kita akan resmikan Sekretariat Bersama (Sekber) Koalisi Amin,” tuturnya.

BACA JUGA: Sikap Ketum Parpol Koalisi Indonesia Maju Dipertanyakan  

Komunikasi antar partai koalisi di Kabupaten Bekasi seperti NasDem dan PKS diklaim sudah berjalan baik. Bahkan, politikus yang akrab disapa Gus Faisal ini memastikan, beberapa billboard sudah semarak memasang foto pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin).

“Kalau dengan PKS dan NasDem, PKB sudah berkomunikasi. Kita meyakini di internal PKB sendiri, Amin di Kabupaten Bekasi menang. Dengan perhitungan, berbagai basis sudah kita kuatkan,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris DPD PKS Kabupaten Bekasi, Uryan Riana. Menurutnya, komunikasi secara informal antara ketua dan sekretaris dari masing-masing partai koalisi sudah berjalan intens. Hanya memang komunikasi tersebut baru sebatas  membicarakan masalah waktu, kemudian tempat, konsep deklarasi. Termasuk struktur apa saja yang diperlukan. Dan saat ini sedang menyiapkan beberapa konsep arahan Tim Kampanye Nasional (TKN).

“Jadi kita di Kabupaten Bekasi sedang penyusunan personalia. Baru nanti kita akan melakukan deklarasi untuk tingkat Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Uryan pun menampik saat disinggung ada persoalan di salah satu partai Koalisi Perubahaan di Kabupaten Bekasi. Politikus yang juga mengemban jabatan sebagai Anggota DPRD ini menegaskan, pertemuan secara resmi belum berlangsung karena banyak agenda atau kegiatan partai masing-masing yang tidak bisa ditinggal.

“Contohnya, ketika PKS bisa di hari Sabtu dan Minggu, ternyata teman-teman partai yang lain nggak bisa, karena ada agenda partai. Kita sedang meracik waktu ini agar bisa bersama-sama. Setelah waktunya oke, nanti kita akan deklarasi di tingkat Kabupaten Bekasi,” katanya.

BACA JUGA: Koalisi Pengusung Anies-Muhaimin di Kota Bekasi Siapkan Baja AMIN, Optimistis Menang 80 Persen

Dalam Koalisi Perubahaan di Kabupaten Bekasi, PKS mempunyai kekuatan yang lebih besar dibandingkan PKB dan NasDem, karena sebagai runner-up pada Pemilu 2019 lalu, dengan perolehan 10 kursi. Sedangkan PKB dan NasDem masing-masing mendapatkan satu kursi.

Terpisah, Pengamat Politik Bekasi, Roy Kamarullah menuturkan, belum adanya pertemuan dari masing-masing partai di Koalisi Perubahaan, khususnya di Kabupaten Bekasi, tentu sangat merugikan.

Pasalnya, koordinasi dan komunikasi tidak akan berjalan, karena belum adanya pertemuan. Sehingga strategi maupun agenda-agenda kedepannya belum bisa dibahas.

“Menurut saya kalau tidak cepat-cepat merupakan sebuah kerugian karena belum adanya komunikasi dan koordinasi yang sejalan antar partai koalisi,” tuturnya.

“Misalkan memang NasDem masih enggan menggelar pertemuan, partai lainnya harus segera melakukan inisiatif itu, kalau memang ingin menang. Nggak bisa ditunda-tunda,” sambungnya. (pra)

 

 

 

Solverwp- WordPress Theme and Plugin