Berita Bekasi Nomor Satu

Bey Tanggapi Penetapan Tersangka Pj Bupati Bandung Barat

TINJAU JEMBATAN: Pj Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin bersama Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan meninjau Jembatan Cikarang yang menghubungkan antara kawasan industri EJIP dan MM2100, Rabu (1/5). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BANDUNG– Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin merespons penetapan tersangka Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat (Jabar), atas kasus dugaan tindak pidana korupsi Pasar Sindang Kasih, Cigasong, Kabupaten Majalengka.

Penetapan tersangka oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat itu berkaitan dengan tugasnya sebagai Inspektur Wilayah IV Itjen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam pembuatan Peraturan Bupati Majalengka tentang Pedoman Pelaksanaan Pemilihan Mitra Pemanfaatan Barang Milik Daerah berupa Bangun Guna Serah oleh tersangka Irfan Nur Alam (INA) melalui tersangka AL.

Bey menuturkan, Arsan Latif tidak bisa langsung diberhentikan begitu saja dari jabatannya saat ini. Ada prosedur yang harus ditempuh untuk mengganti seorang penjabat. Namun, Bey memastikan telah mengirim surat ke Kemendagri untuk proses penggantian Arsan Latif.

BACA JUGA:Pj Gubernur Bey: Kota Bekasi Infrastruktur Transportasi Terbanyak dan Terbaik se-Jawa Barat  

“Kami sudah mengajukan surat ke Kemendagri untuk menunggu arahan karena prosedurnya seperti itu,” kata Bey, dikutip di JPNN.com, Kamis (6/6).

“Kami tidak bisa langsung mengganti. Jadi kami harus menulis surat kepada Kemendagri. Pasti secepatnya (diinformasikan). Kalau sudah ada keputusan, kami akan tindaklanjuti secepatnya,” tambahnya.

Meskipun demikian, Bey memastikan pelayanan kepada masyarakat di lingkungan Pemda Kabupaten Bandung Barat tetap berjalan optimal. “(Pelayanan) harus tetap berjalan, tidak boleh terganggu layanan kepada masyarakat.” tutur Bey.

BACA JUGA:DPO sejak 2015, Tersangka Korupsi Lahan TPU Kota Bekasi Gatot Sutejo Ditangkap

Bey juga menjelaskan bahwa proses surat menyurat yang telah dikirimkan oleh Pemda Provinsi Jabar ke Kementerian Dalam Negeri melalui surat elektronik.

Namun, hingga saat ini belum ada keputusan dari Kemendagri untuk pengganti Arsan Latief.  “Ini juga surat menyuratnya bisa melalui elektronik. Belum ada (nama pengganti). Mekanismenya hanya memberitahukan sebagai tersangka, arahan selanjutnya seperti apa,” ujar Bey. (ce1)


Solverwp- WordPress Theme and Plugin