Berita Bekasi Nomor Satu

Flu Burung H5N2 Sebabkan Kematian pada Manusia, Begini Himbauan WHO

Tiga ekor burung beo Nias yang diamankan polisi dari tangan pelaku, Kamis (28/1/2021). Foto: Fransiskus Adryanto Pratama.

RADARBEKASI.ID, SURABAYA– Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO melaporkan kematian pertama akibat infeksi flu burung H5N2 pada manusia. Dilansir dari laman who.int, WHO juga memberikan imbauan penting untuk mencegah infeksi ini menyebarluas pada masyarakat global, termasuk Indonesia.

WHO mengungkapkan bahwa kasus infeksi yang dikonfirmasi atau dicurigai pada manusia disebabkan oleh virus influenza A baru yang berpotensi menjadi pandemi (termasuk virus flu burung). Maka diperlukan penyelidikan epidemiologi menyeluruh terhadap riwayat paparan hewan dan perjalanan.

Investigasi epidemiologi ini harus mencakup identifikasi awal kejadian tidak biasa yang dapat menandakan penularan virus baru dari orang satu ke orang lainnya. Selanjutnya, sampel klinis yang dikumpulkan dari dugaan kasus pada manusia harus diuji dan dikirim ke Pusat Kolaborasi WHO untuk karakterisasi lebih lanjut.

BACA JUGA:Dari Prancis, Virus Flu Burung Mulai Menyerang Belgia

Berikut ini beberapa poin penting WHO untuk masyarakat di daerah wabah influenza hewan maupun wisatawan:

1. Hindari Peternakan atau Kontak dengan Hewan di Pasar

Bagi wisatawan yang berkunjung ke negara-negara yang diketahui mempunyai wabah influenza hewan harus menghindari peternakan. Kemudian, hindari juga kontak dengan hewan di pasar, memasuki area penyembelihan, dan kontak dengan permukaan apapun yang mungkin telah terkontaminasi dengan kotoran hewan.

2. Jangan Lupa untuk Mencuci Tangan dengan Sabun dan Air

Demi mencegah infeksi H5N2, masyarakat maupun wisatawan harus sering mencuci tangan dengan sabun dan air. Selain itu, ikutilah keamanan dan praktik kebersihan makanan yang baik.

Namun, jika ada orang yang terinfeksi dari daerah yang terkena dampak melakukan perjalanan Internasional, infeksi mereka mungkin terdeteksi di negara lain selama perjalanan atau setelah kedatangan. Bila hal ini terjadi, penyebaran lebih lanjut di tingkat komunitas diperkirakan tidak mungkin terjadi. Pasalnya, virus ini belum mempunyai kemampuan untuk menular dengan mudah antar manusia.

BACA JUGA:WHO Desak Seluruh Negara Larang Penggunaan Vape dengan Perasa

3. Jika Ada Kasus H5N2 yang Menginfeksi Manusia, Segeralah Lapor WHO

WHO juga menyatakan bahwa semua infeksi pada manusia yang disebabkan oleh subtipe virus influenza A baru harus diberitahukan berdasarkan International Health Regulations (IHR) dan negara pihak pada peraturan tersebut diharuskan untuk segera melaporkan kepada WHO jika ada kasus infeksi pada manusia.

Meski begitu, WHO tidak menyarankan pemeriksaan khusus bagi wisatawan di titik masuk atau pembatasan sehubungan dengan situasi virus influenza saat ini pada kontak manusia-hewan. (ce1)


Solverwp- WordPress Theme and Plugin