Berita Bekasi Nomor Satu

Jembatan Cikarang Segera Dibuka, Tidak untuk Kendaraan Besar

ILUSTRASI: Jembatan Cikarang yang menghubungkan kawasan industri EJIP dan MM2100, belum dibuka, Rabu (19/6). Jembatan ini akan segera dibuka. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Jembatan Cikarang yang menghubungkan kawasan industri EJIP dan MM2100 akan segera dibuka dalam waktu dekat. Namun, saat uji coba pembukaan, jembatan ini tidak dapat dilalui oleh kendaraan besar.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, mengatakan bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terkait pembukaan jembatan tersebut.

“Kami sudah bahas dan berkomunikasi langsung dengan Pemprov Jabar yang membangun dan memiliki kewenangan dalam pembangunan jembatan tersebut,” kata Henri, Kamis (20/6).

BACA JUGA: Pembukaan Jembatan Penghubung EJIP-MM2100 Tunggu Pemprov

Menurut Henri, saat uji coba pembukaan, pihaknya belum berani membuka akses bagi kendaraan besar. Uji coba pembukaan hanya untuk kendaraan roda dua dan roda empat pribadi.

“Kami belum berani melakukan uji coba dengan membuka jembatan langsung untuk dilintasi kendaraan besar. Kami hanya berani untuk kendaraan roda dua dan roda empat (kendaraan pribadi),” tuturnya.

Henri mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan kawasan EJIP. Dalam kesempatan itu, Henri meminta agar ada pihak keamanan kawasan yang melakukan penjagaan selama 24 jam untuk mencegah kendaraan besar melintas.

“Perlu ada keamanan yang mengatur dan melarang kendaraan besar melintas,” jelasnya.

Henri menegaskan bahwa kondisi jembatan bukan berarti tidak baik. Namun dia mengkhawatirkan belum adanya kepastian secara administrasi apakah jembatan tersebut kuat ketika dilintasi dengan mobilisasi yang tinggi.

“Kondisi jembatan bukan tidak baik. Namun untuk keselamatan masyarakat, kami harus mengedepankan kepastian konstruksi secara administrasi dan hasil kajian yang pasti,” ucapnya.

Desakan masyarakat terkait infrastruktur yang harus dilalui serta untuk mengantisipasi kemacetan juga menjadi pertimbangan pembukaan jembatan.

Henri mengakui bahwa desakan masyarakat untuk membuka jembatan yang sebelumnya menjadi ‘Omah Buruh’ cukup banyak, baik secara pribadi maupun melalui media sosial.

“Desakan memang sudah banyak. Bahkan Pak Pj Bupati juga telepon saya langsung dan mempertanyakan kenapa belum dibuka,” ujarnya.

BACA JUGA: Sudah Diresmikan, Jembatan Cikarang Penghubung EJIP-MM2100 Belum Bisa Dilalui Kendaraan

Henri menambahkan bahwa pemeliharaan ke depan akan menjadi tanggung jawab pihaknya (Pemkab Bekasi), meskipun pembangunan dilaksanakan oleh Pemprov Jabar dan asetnya akan diserahkan. Namun, hingga saat ini, penyerahan secara administrasi belum dilakukan. Hanya sebatas secara lisan.

“Meskipun ada desakan untuk dibuka demi pelayanan infrastruktur, kami tetap harus mengedepankan keselamatan. Bukan berarti kami tidak ingin bertanggung jawab, tapi lebih menjaga keselamatan masyarakat,” jelasnya.

Saat ditanyakan kapan jembatan akan dibuka, Henri menuturkan dalam waktu dekat ini.

“Paling cepat besok (hari ini, red). Tapi kami pastikan minggu ini bisa dibuka untuk umum,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Helmi, menuturkan bahwa keselamatan masyarakat lebih penting. Pihaknya akan melakukan pembahasan apabila prosesnya masih lama.

“Memang banyak juga yang mempertanyakan kepada saya terkait masalah jembatan yang sudah diresmikan namun belum dibuka. Setidaknya hal ini harus memperhatikan keselamatan,” ujarnya.

“Namun, terkait pembangunan jembatan juga harus menjadi perhatian. Sebab perencanaan yang baik akan mendapatkan hasil yang baik pula. Kami juga akan mengirim surat untuk perhatian dari Pemprov Jabar,” jelasnya. (and)


Solverwp- WordPress Theme and Plugin