Berita Bekasi Nomor Satu

Sudah Diresmikan, Jembatan Cikarang Penghubung EJIP-MM2100 Belum Bisa Dilalui Kendaraan

TINJAU JEMBATAN: Pj Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin bersama Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan meninjau Jembatan Cikarang yang menghubungkan antara kawasan industri EJIP dan MM2100, Rabu (1/5). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Jembatan Cikarang yang menghubungkan antara kawasan industri EJIP dan MM2100 diresmikan setelah 12 tahun mangkrak. Peresmian revitalisasi jembatan dilakukan oleh Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin, bersama Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan, Rabu (1/5).

Meski telah diresmikan dan diserahterimakan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, jembatan tersebut belum bisa dilalui kendaraan karena karena masih dalam tahap finishing.

Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan, menyatakan bahwa keterlambatan penanganan selama 12 tahun ini disebabkan oleh status penanganan yang ada di provinsi ditambah dengan masalah sosial, yaitu digunakan oleh para buruh sebagai tempat berkumpul. Dengan musyawarah yang persuasif, akhirnya Pemprov Jawa Barat dengan Pemkab Bekasi dapat mengembalikan fungsi jembatan tersebut.

“Setelah diperbaiki karena memang ini posisinya ada di ruas jalan kabupaten dan kawasan secara normatifnya harus dalam penanganan kabupaten. Perawatan, kebersihan, jika ada kerusakan besar maupun kecil ini menjadi tanggung jawab Pemkab Bekasi. Jadi kita leluasa untuk menangani ini,” ucap Dani saat peresmian jembatan.

Setelah dikelola oleh Pemkab Bekasi, pihaknya akan menambah fasilitas lain, seperti lampu Penerang Jalan Umum (PJU) hingga penempatan anggota Dinas Perhubungan untuk melakukan rekayasa lalu lintas.

BACA JUGA: Bappeda Kabupaten Bekasi Tetapkan Enam Prioritas Pembangunan 2024

“Dari Dinas Bina Marga aspek teknis jembatannya, Dinas Perhubungan termasuk PJU dan sebagainya sehingga sekecil apapun kendala nanti besok segera diselesaikan. Mumpung sudah clear semuanya kami akan terus pantau dari hari ke hari agar jembatan ini bisa difungsikan sebagaimana fungsinya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono, mengungkapkan bahwa jembatan ini memiliki panjang 60 meter dan lebar 7 meter. Pihaknya tak menyangkal bahwa masih terdapat penurunan konstruksi jembatan sehingga belum dibuka untuk umum.

“Yang namanya infrastruktur itu ada umur teknis kemudian setelah sekian tahun dibangun ada penurunan teknis. Kenapa ini agak lama kita assessment ya, kemudian treatmentnya seperti apa dan kita revitalisasi dan hari ini sudah selesai. Betul masih ada settlement atau penurunan. kita terus repair sampai dengan titik tertentu tapi kita optimis ini bisa stabil tidak ada perubahan lagi,” ujar Bambang.

Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin, menambahkan bahwa jembatan ini memiliki peran penting dalam perekonomian di Kabupaten Bekasi karena menghubungkan antar kawasan industri. Oleh sebab itu, pihaknya melakukan revitalisasi dan serah terima jembatan ke Pemkab Bekasi.

“Jembatan Cikarang ini adalah bentuk kolaborasi Pemprov dengan Pemkab Bekasi, tentunya akan menjadi model kami dalam pengembangan ke depan. Jadi ada harus kolaborasi dalam mengembangkan suatu daerah. Tentunya jembatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama para pekerja memudahkan pergerakan,” tandas Bey. (ris)


Solverwp- WordPress Theme and Plugin