Berita Bekasi Nomor Satu

Dukung Wacana Duet Golkar-Gerindra di Pilkada Kabupaten Bekasi

Ketua Bappilu DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Son Haji

RADARBEKASI.ID, BEKASIKonstelasi politik  Pilkada Jawa Barat kian menarik setelah Gerindra dan Golkar sepakat mengusung Dedi Mulyadi sebagai bakal calon gubernur (Bacagub).

Kerja sama itu juga disambut baik DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi dan diharapkan bisa linier ke Pilkada Kabupaten Bekasi. Hanya saja Golkar sebagai partai pemenang di Kabupaten Bekasi tetap komitmen mengusung pimpinan partainya Akhmad Marjuki sebagai calon Bupati.

Ketua Bappilu DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Son Haji, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut tidak terlepas dari Koalisi Indonesia Maju (KIM). Semua ini kembali pada kepentingan pusat, dengan adanya keinginan untuk mengawal pemerintahan dari pusat hingga ke daerah. Jika KIM dari tingkat pusat hingga daerah bisa sejalan, hal ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.

“Ketika KIM ini sudah bersatu, insya Allah kalau memang dari pusat sampai daerah sejalan kan enak. Bisa berjalan dengan cepat pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Menurut analisisnya, Son Haji menjelaskan bahwa alasan Golkar mendukung Dedi Mulyadi sebagai calon gubernur Jabar karena Partai Gerindra merupakan pemenang Pemilu di Jawa Barat.

Oleh karena itu, Golkar memilih untuk mengalah dan mendukung sebagai calon wakil. Dia berharap hal ini juga berlaku di Kabupaten Bekasi, di mana Golkar sebagai pemenang Pemilu harus menjadi calon bupati, sementara Gerindra sebagai calon wakilnya.

BACA JUGA: Golkar dan Gerindra Berpeluang Bentuk Koalisi di Kabupaten Bekasi

“Sudah selayaknya Partai Golkar, Pak Haji Akhmad Marjuki menjadi calon bupati Bekasi. Kita berharap, biar linier antara Pilgub dan Pilbup, kita menginginkan juga calon dari Gerindra sebagai wakilnya. Apakah itu BN Holik, atau yang lain, nggak ada masalah. Karena yang jelas kita ingin berkoalisi dengan partai,” ungkapnya.

“Kita saja legowo di Jawa Barat, harusnya Gerindra disini (Kabupaten Bekasi) legowo dong. Bahwa realitanya Golkar pemenang Pemilu, Gerindra adalah runner-up,” sambungnya.

Saat ini, belum ada arahan dari pimpinan partai di tingkat provinsi mengenai koalisi dengan Gerindra di Kabupaten Bekasi. Namun, kesepakatan sudah tercapai di tingkat Jawa Barat, di mana Golkar idealnya menjadi calon bupati. Partai-partai lain yang tergabung dalam KIM, seperti Demokrat, PAN, Gerindra, diharapkan bisa bersinergi. Nanti mereka akan berembuk untuk menentukan calon wakil bupati.

“Kalau mau mengedepankan KIM di Kabupaten Bekasi. Karena kalau linier lebih mudah. Misalnya nanti tidak ada titik temu, terkait linieritas dengan Pilgub, ada kemungkinan kita akan berpasangan dengan calon dari PKB, PKS, atau kalau berkenan juga PDIP. Kita nggak ada masalah, kalau memang tidak linier. Kebutuhan daerah itu berbeda dengan kebutuhan di pusat maupun provinsi. Artinya tidak bisa dipaksakan,” tuturnya. (pra)