Berita Bekasi Nomor Satu

Anak Keluarga Tak Mampu di Bekasi Tembus Kompetisi Olimpiade

PRESTASI: Valentin Florida menunjukan piagam penghargaan saat ditemui di SRMA 13 Bekasi, Selasa (14/4). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Kota Bekasi terus membuktikan diri sebagai wadah pendidikan yang mampu mencetak generasi berprestasi.

Meski mayoritas siswanya berasal dari keluarga kurang mampu, semangat belajar yang tinggi justru menjadi modal utama untuk meraih berbagai pencapaian, termasuk menembus ajang olimpiade.

Salah satu pengajar, Muhammad Haikal Martin, mengatakan para siswa di Sekolah Rakyat memiliki keunggulan dalam hal motivasi dan kemauan untuk berkembang.

“Keunggulan siswa di sini adalah semangat belajar mereka. Mereka juga mau mengeksplorasi potensi masing-masing, dan kami memberikan ruang untuk itu,” ujarnya.

Menurut Haikal, pihak sekolah secara aktif memfasilitasi minat dan bakat siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Untuk bidang olahraga, siswa didorong mengikuti kegiatan seperti silat dan taekwondo. Sementara di bidang akademik, siswa yang memiliki potensi didaftarkan dalam berbagai ajang olimpiade.

“Hasilnya, sudah ada siswa yang meraih medali, baik emas, perak, maupun perunggu,” jelasnya.

Ia menegaskan, latar belakang ekonomi tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk berprestasi. Menurutnya, karakter siswa di setiap sekolah pada dasarnya sama, hanya membutuhkan pendampingan yang tepat.

“Di mana pun, pasti ada siswa yang rajin, ada yang perlu dibimbing. Jadi bukan soal latar belakang, tapi bagaimana kita mengarahkan mereka,” katanya.

Sekolah Rakyat menerapkan sistem pendidikan berbasis asrama (boarding), sehingga aktivitas siswa berlangsung terstruktur dari pagi hingga malam hari. Kegiatan diawali dengan ibadah pagi, dilanjutkan dengan pembelajaran hingga sore hari.

Setelah itu, siswa memiliki waktu mandiri untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, olahraga, atau menyelesaikan tugas. Pada malam hari, mereka mendapatkan sesi mentoring bersama wali asuh untuk membentuk karakter, mental, dan kemampuan sosial.

“Setiap wali asuh membimbing sekitar 10 siswa. Di situlah pembinaan karakter dilakukan secara intens,” ungkap Haikal.

Untuk mendukung proses belajar, sekolah menyediakan berbagai fasilitas lengkap, mulai dari seragam, sepatu, hingga laptop yang digunakan khusus untuk kegiatan belajar di kelas. Selain itu, ruang kelas juga dilengkapi papan interaktif (smartboard) yang terhubung dengan internet.

Di asrama, setiap siswa mendapatkan tempat tidur, meja belajar, dan lemari pribadi guna menunjang kenyamanan selama menempuh pendidikan.

Salah satu siswa peraih medali perunggu tingkat provinsi pada mata pelajaran Matematika, Valentin Florida, mengaku sempat merasa berat saat harus tinggal jauh dari keluarga demi menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

Namun, seiring waktu, ia mampu beradaptasi berkat dukungan penuh dari orang tuanya.

“Awalnya sedih, tapi keluarga sangat mendukung. Saya sering komunikasi dengan orang tua,” ujarnya.

Valentin yang berasal dari keluarga sederhana ayahnya bekerja sebagai sopir angkot dan ibunya ibu rumah tangga mengaku mendapatkan banyak pengalaman dan kesempatan sejak bersekolah di Sekolah Rakyat.

Ia menilai, perbedaan utama dengan sekolah umum terletak pada fasilitas dan pendampingan yang lebih intensif, terutama dalam pengembangan potensi akademik maupun non-akademik.

Selama menempuh pendidikan, Valentin telah mengikuti berbagai kompetisi, termasuk olimpiade tingkat nasional yang digelar secara daring. Ia juga menyebut pihak sekolah memberikan dukungan, mulai dari pembinaan hingga fasilitas penunjang untuk mengikuti lomba.

Meski tinggal jauh dari keluarga, ia tetap merasa dekat berkat komunikasi yang rutin dilakukan. “Saya sering telepon dengan keluarga, dari mama sampai kakak-kakak, semuanya selalu memberi semangat,” katanya.

Ke depan, ia berharap dapat terus mengembangkan kemampuannya dan meraih prestasi yang lebih tinggi.

Program Sekolah Rakyat sendiri diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak di Indonesia.

Dengan fasilitas dan pembinaan yang diberikan, sekolah ini menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang setara dan berkualitas. (rez)