Berita Bekasi Nomor Satu

Harga Oli Kendaraan Naik, Warga Bekasi Beralih ke Merek Murah

GANTI OLI: Montir bengkel kendaraan roda dua di Jalan Mekarsari saat memperbaiki kendaraan pelanggan, Selasa (2/6). FOTO: SURYA BAGUS/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Harga oli kendaraan yang terus naik membuat pemilik sepeda motor harus lebih cermat menekan biaya perawatan. Bahkan, tidak sedikit pemilik kendaraan yang datang ke bengkel akhir-akhir ini memilih merek oli dengan harga paling murah. Beralih dari merek yang biasanya digunakan.

Pasalnya, kenaikan harga oli kendaraan khususnya roda dua, dalam dua sampai tiga bulan terakhir sudah sampai di angka Rp25 ribu per liter atau kemasan.

“Tergantung merek, ada yang naiknya Rp2 ribu, tapi bisa tiap minggu atau sebulan dua kali, ada yang sekali naik jauh Rp10 ribuan tapi baru dua kali naik,” kata pegawai salahsatu toko suku cadang kendaraan bermotor di Jalan Mekarsari, Joni, Selasa (2/6).

Joni mengatakan kenaikan harga sudah terjadi sejak gejolak konflik di Timur Tengah. Kenaikan tidak terjadi sekali tetapi berulang dengan besaran berbeda.

“Dia kan mengikuti kondisi global, mungkin kenaikannya drastis karena bahan botolnya plastik, sama harga minyak mentahnya mungkin ya,” ucapnya.

Sejak awal kenaikan harga hingga saat ini sudah ada merek oli yang naik hingga Rp25 ribu. Harga jual oli yang semula Rp48 ribu saat ini harganya Rp64 ribu.

Tren kenaikan ini tak jarang membuat konsumen terkejut. Selain harganya yang naik, ia juga merasakan suplai barang saat ini seringkali tersendat.

“Sering kosong jadi suplainya tidak begitu lancar. Hampir rata-rata (setiap merek) seperti itu,” tambahnya.

Sementara untuk suku cadang lainnya, menurutnya harga jual masih tergolong standar.

Bagi pelaku usaha bengkel, penurunan jumlah pelanggan memang tidak begitu dirasakan. Pasalnya, perawatan rutin seperti mengganti oli tetap dibutuhkan untuk menjaga kondisi kendaraan.

Hanya saja, pemilik kendaraan akhir-akhir ini mulai berganti merek oli, mereka mencari harga
termurah.

“Masih sama, cuma sekarang pindah ke yang lebih murah, cari yang paling murah. Orang kan mau nggak mau ganti oli,” kata salah satu pegawai bengkel di Bekasi Timur, Sudianto (47).

Secara kumulatif kenaikan harga oli berbagai merk yang disediakan di bengkel tempatnya bekerja saat ini mulai dari Rp10 ribu sampai Rp20 ribu. Harga oli paling murah saat ini Rp50 ribu.

Selain itu, ada pula pemilik kendaraan mengurungkan niatnya untuk mengganti oli lantaran harganya dinilai terlalu mahal.

“Kalau yang jarang ganti oli balik lagi, nggak jadi, dia taunya kan harganya murah nggak jadi atau bisa jadi dia bandingin harganya ke tempat lain,” tambahnya. (sur)