Berita Bekasi Nomor Satu

Normalisasi Kali Bekasi Dilanjut November 2026

SURUT: Seorang warga melintasi dasar Kali Bekasi yang mengering akibat menyusutnya debit air di kawasan Jalan Mayor Madmuin Hasibuan, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (20/7). FOTO: RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ancaman banjir akibat luapan Kali Bekasi kembali menjadi perhatian pemerintah. Menjelang musim penghujan akhir tahun, normalisasi sungai yang sempat menjadi sorotan saat banjir besar Maret 2025 lalu akan kembali dilanjutkan untuk meningkatkan kapasitas tampungan air.

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi menyebut pekerjaan normalisasi Kali Bekasi yang menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) dijadwalkan kembali berjalan pada November 2026.

Kepala DBMSDA Kota Bekasi Idi Sutanto mengatakan, informasi yang diterima pihaknya menyebutkan penanganan lanjutan Kali Bekasi akan kembali dilakukan pada akhir tahun.

“Informasinya November nanti akan ada penanganan lagi,” ujarnya.

Menurut Idi, normalisasi Kali Bekasi merupakan proyek multiyears yang masih berjalan. Sejumlah pekerjaan di wilayah Kota Bekasi telah dilaksanakan, meski masih terdapat beberapa titik tanggul yang belum rampung akibat kendala pembebasan lahan.

Ia memastikan koordinasi dengan BBWSCC terus dilakukan agar penanganan sungai berjalan sesuai kebutuhan wilayah, terutama dalam menghadapi potensi peningkatan debit air saat musim hujan.

“Yang terpenting kami terus berkoordinasi dan menyampaikan kondisi yang ada kepada BBWSCC,” katanya.

Idi menjelaskan, normalisasi dan pembangunan tanggul menjadi langkah penting untuk memperbesar kapasitas Kali Bekasi dalam menampung aliran air. Hal itu berkaca dari banjir besar yang melanda sejumlah wilayah Kota Bekasi pada Maret 2025, ketika debit air meningkat signifikan.

“Saat itu debit air yang datang sangat besar, bahkan bisa dikatakan salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir,” ungkapnya.

Selain pembenahan badan sungai, Idi menilai pengendalian kawasan resapan air di wilayah hulu juga menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko banjir. Pasalnya, peningkatan aliran permukaan akibat berkurangnya daerah resapan turut memengaruhi beban Kali Bekasi saat hujan deras.

Saat ini, kondisi Kali Bekasi mengalami penurunan debit akibat musim kemarau. Kondisi tersebut berbeda jauh dibandingkan saat musim penghujan ketika volume air meningkat dan berpotensi meluap jika kapasitas sungai tidak memadai. (sur)