RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) memastikan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) segera dimulai.
Kepala Disperkimtan Kabupaten Bekasi, Nurchaidir, mengatakan program bedah rumah bagi warga kurang mampu tetap menjadi prioritas meski pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran.
“Program Rutilahu atau bedah rumah bagi warga kurang mampu masih menjadi agenda kerja Disperkimtan,” kata Chaidir.
Menurut dia, program Rutilahu tahun ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dari sisi anggaran, bantuan untuk setiap unit rumah mengalami kenaikan menjadi Rp40 juta dari sebelumnya Rp20 juta per unit.
“Ada kenaikan anggaran tahun ini menjadi Rp40 juta untuk satu rumah, yang sebelumnya hanya Rp20 juta. Di sisi lain, harga material dan upah tukang juga mengalami kenaikan,” jelasnya.
Meski demikian, Chaidir belum dapat memastikan jumlah penerima manfaat program tersebut. Pasalnya, hingga saat ini pihaknya masih melakukan verifikasi data penerima.
Sebagai informasi, pada 2025 Disperkimtan telah membangun sebanyak 1.670 unit rumah yang tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi.
“Karena ada efisiensi, jumlah penerima juga disesuaikan dengan anggaran. Tapi saat ini masih dalam tahap verifikasi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat pembangunan sudah bisa dimulai,” ujarnya.
Ia menambahkan, program Rutilahu merupakan komitmen Pemkab Bekasi dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem, khususnya melalui pembangunan infrastruktur hunian layak bagi masyarakat.
“Tentu dari Disperkimtan fokusnya pada pembangunan rumah. Sementara untuk aspek sosial dan kesehatan mungkin ditangani dinas lainnya,” tandasnya. (and/*)











