Berita Bekasi Nomor Satu

Hazairin Sitepu: Website Mulai “Disikat” AI, Media Harus Ikuti Perubahan

CEO Indo Satu Media Grup, Hazairin Sitepu, menyampaikan arahan kepada jajaran direksi, general manager, pimpinan redaksi, serta peserta Workshop Literasi Keuangan Forum Pimred Indo Satu Media Grup di Vue Palace, Kota Bandung, Sabtu (18/7). FOTO: EKO ISKANDAR/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BANDUNG – Transformasi industri media di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan media sosial menjadi perhatian utama dalam Forum Pimred Indo Satu Media Grup Workshop Literasi Keuangan. CEO Indo Satu Media Grup mewajibkan seluruh perusahaan menyiapkan dana pensiun karyawan, memperkuat media sosial, dan mempercepat regenerasi kepemimpinan demi menjaga keberlangsungan bisnis media.

CEO Indo Satu Media Grup, Hazairin Sitepu, mengingatkan seluruh jajaran perusahaan media di bawah naungan grupnya agar tidak terlena menghadapi disrupsi digital, dalam Forum Pimred Indo Satu Media Grup bertajuk Workshop Literasi Keuangan di Vue Palace, Kota Bandung, Sabtu (18/7/2026).

Hazairin menegaskan industri media hanya akan bertahan apabila mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumsi informasi, perkembangan media sosial, hingga hadirnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Hazairin mengatakan kondisi industri media saat ini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu, dari sekitar 100 perusahaan yang pernah dibangun dalam jaringan media, kini sebanyak 87 perusahaan masih aktif beroperasi dengan jumlah karyawan yang bervariasi, mulai dari puluhan hingga ratusan orang. Meski menghadapi tekanan ekonomi, seluruh perusahaan dinilai masih mampu bertahan dan mempertahankan lapangan kerja.

Hazairin membandingkan kondisi industri media dengan sejumlah perusahaan media besar di Indonesia yang kini harus mengurangi skala usahanya. Ia mengisahkan pengalamannya saat mengunjungi sebuah perusahaan media nasional yang terpaksa meninggalkan gedung perkantoran besar karena tidak lagi mampu menanggung biaya operasional dan sewa gedung.

“Mereka dulu perusahaan besar dengan ratusan karyawan. Sekarang pindah ke kantor yang lebih kecil karena tidak sanggup lagi membayar biaya operasional. Bahkan banyak karyawan yang dipensiunkan tetapi haknya dibayarkan secara mencicil. Kita tidak ingin kondisi seperti itu terjadi di perusahaan-perusahaan kita,” ujar Hazairin di hadapan para direktur, general manager, pimpinan redaksi, serta peserta workshop, Sabtu (18/7/2026).

Hazairin menilai perubahan menjadi gambaran nyata, model bisnis media konvensional telah mengalami tekanan besar. Jika dahulu industri media menikmati margin keuntungan tinggi dengan biaya produksi yang relatif rendah, kini komposisi biaya berubah drastis. Bahkan, beban gaji di sejumlah perusahaan media sudah mencapai lebih dari 40 persen dari total pendapatan perusahaan.

“Dulu biaya gaji hanya sekitar delapan sampai sepuluh persen dari total pendapatan. Sekarang untuk membayar gaji saja sudah sangat berat. Karena itu kita harus menjaga perusahaan tetap sehat agar seluruh karyawan tetap memiliki masa depan,” katanya.

Langkah antisipasi, Hazairin mewajibkan seluruh perusahaan di bawah Indo Satu Media Grup memiliki tabungan dana pensiun bagi karyawan. Kebijakan diambil agar para pekerja media tetap memperoleh jaminan ketika memasuki masa purnatugas dan tidak mengalami kesulitan seperti yang terjadi di sejumlah perusahaan media lain.

Menurutnya, tanggung jawab direksi dan manajemen bukan hanya mengejar pendapatan perusahaan, tetapi juga memastikan kesejahteraan karyawan setelah tidak lagi aktif bekerja. Karena itu, setiap unit usaha diminta mengelola keuangan secara disiplin dan menyisihkan dana khusus sebagai bentuk perlindungan terhadap masa depan para pekerja.

Selain persoalan keuangan, Hazairin menyoroti perubahan besar dalam pola konsumsi informasi masyarakat akibat berkembangnya media sosial dan teknologi AI. Ia mengakui banyak perusahaan media terlambat membaca perubahan, padahal perilaku audiens telah bergeser dari media cetak menuju platform digital, video pendek, hingga konten berbasis algoritma.

“Website sekarang juga mulai disikat oleh AI. Kita tidak boleh menyerah. Kita harus mengikuti perubahan, bahkan memanfaatkannya untuk kepentingan industri media,” tegasnya.

Ia mengungkapkan sejak awal dirinya telah mendorong pengembangan media sosial di lingkungan perusahaan, meski ketika itu banyak pihak yang masih meragukan potensinya. Kini media sosial justru menjadi pintu utama masyarakat dalam mengakses informasi, sehingga redaksi tidak lagi bisa memisahkan kerja jurnalistik dengan distribusi konten digital.

Hazairin juga mencontohkan keberhasilan sejumlah media internasional, The Washington Post, The New York Times, dan CNN yang secara agresif membangun jutaan pengikut di Instagram, TikTok, maupun Facebook. Langkah yang membuktikan media arus utama dunia pun tidak lagi hanya mengandalkan platform berita konvensional.

Hazairin meminta seluruh redaksi Indo Satu Media Grup mulai mengintegrasikan proses jurnalistik, pengembangan media sosial, dan strategi bisnis dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Peningkatan jumlah pengikut di media sosial harus mampu dikonversi menjadi pertumbuhan bisnis perusahaan.

“Jangan hanya follower yang naik, tetapi bisnisnya tidak berkembang. Redaksi, media sosial, dan bisnis harus berjalan bersama supaya perusahaan tetap hidup,” ujar Hazairin.

Hazairin juga menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan di lingkungan Indo Satu Media Grup. Generasi muda perlu diberikan ruang lebih besar untuk menghadirkan gagasan baru, sementara para pemimpin senior harus siap menjadi mentor sekaligus menerima perubahan, bagian dari proses transformasi perusahaan.

Hazairin mengibaratkan proses regenerasi seperti mengganti mesin kapal agar tetap memiliki tenaga menghadapi gelombang besar. Mesin lama, tetap dirawat karena memiliki pengalaman, tetapi harus didukung mesin baru yang lebih kuat agar perusahaan mampu bergerak lebih cepat menghadapi persaingan industri media digital.

Workshop Literasi Keuangan yang digelar Forum Pimred Indo Satu Media Grup berlangsung di Vue Palace, Kota Bandung. Kegiatan menghadirkan narasumber Direktur Group Kerja Sama Luar Negeri LPS, Ramadhian Moetomo dan Penanggung Jawab Tribunnews.com sekaligus Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network, Domu D. Ambarita.

Acara diikuti jajaran direksi, general manager, divisi redaksi, pemasaran, iklan, dan keuangan dari seluruh unit Indo Satu Media Grup dengan dukungan LPS, BRI, bank bjb, bank bjb syariah, PLN Indonesia Power, PLN UIP3B Jawa Bali UP2B Jabar, Sierra, Yamaha Jabar, dan Telkomsel.(dsn)