RADARBEKASI.ID, BEKASI – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan merupakan salahsatu program pemerintah yang berupaya memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang cepat serta mudah diakses, BPJS Kesehatan menciptakan inovasi digital guna meningkatkan kualitas layanan bagi peserta JKN.
Salah satu inovasinya adalah Aplikasi Mobile JKN. Aplikasi resmi BPJS Kesehatan ini hadir untuk mempermudah peserta dalam mengakses berbagai layanan administrasi dan informasi kesehatan hanya melalui telepon genggam.
Salah satu peserta yang telah merasakan kemudahan dari aplikasi Mobile JKN adalah Rani Nur Utami (35). Saat ditemui di kediamannya pada Rabu (29/4), ia membagikan pengalamannya saat menggunakan Aplikasi Mobile JKN Ketika harus berobat ke puskesmas karena mengalami demam dan sakit tenggorokan.
“Waktu itu pagi-pagi sekali saya datang ke puskesmas mau berobat. Singkat cerita, saya diminta untuk download Aplikasi Mobile JKN. Karena saya belum ada aplikasinya jadi saya dibantu oleh petugas untuk men-download Aplikasi Mobile JKN itu dan diminta untuk mengambil nomor antrean. Sambil menunggu dokter, petugas memberikan edukasi ke saya tentang bagaimana cara mengakses sampai menjelaskan fitur-fitur yang ada di dalam Aplikasi Mobile JKN,” cerita Rani.
Rani mengakui bahwa proses penggunaan aplikasi cukup mudah. Ia hanya perlu membuka fitur antrean online, memilih fasilitas kesehatan, lalu mengambil nomor antrean sesuai jadwal yang tersedia. Setelah mendapatkan nomor antrean, ia tidak perlu terburu-buru datang terlalu pagi ke fasilitas kesehatan.
“Ternyata melakukan pendaftaran online menggunakan Mobile JKN sangat mudah. Saya bisa memperkirakan jam pelayanan sehingga tidak harus duduk lama menunggu. Begitu sampai di puskesmas, nomor antrean saya tinggal menunggu dipanggil. Rasanya jauh lebih nyaman karena gak ada penumpukan juga dipuskesmas,” ujarnya.
Walaupun kadang masih terdapat kendala, namun Aplikasi Mobile JKN sangat membantu peserta untuk memperoleh layanan BPJS Kesehatan. Rani berharap kedepannya Aplikasi Mobile JKN dapat terus dikembangkan, fitur-fitur dalam aplikasi semakin lengkap dan stabil sehingga masyarakat tidak mengalami kendala saat mengakses layanan.
Selain itu, Rani berharap sosialisasi penggunaan Mobile JKN terus ditingkatkan agar lebih banyak masyarakat, khususnya lansia dan peserta yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital, dapat memahami cara pemanfaatannya.
“Saya berharap Mobile JKN terus berkembang dan semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Kalau aplikasinya semakin baik dan mudah digunakan, tentu masyarakat juga akan semakin terbantu. Sekarang semuanya bisa dilakukan lewat genggaman tangan. Mulai dari daftar antrean sampai cek kepesertaan tidak perlu repot lagi, yang penting sosialisasinya lebih banyak lagi biar peserta tau tentang aplikasi ini,” tutupnya. (*)











