Berita Bekasi Nomor Satu
Bisnis  

Alfamart Perkuat Upaya Cegah Stunting lewat Edukasi Gizi di Hari Anak Nasional

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Alfamart memanfaatkan peringatan Hari Anak Nasional untuk memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan penanganan stunting melalui Program Satu Telur Sehari (STS).

Program yang telah memasuki tahun keempat ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam membantu intervensi gizi anak sekaligus meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya pola hidup sehat.

Tahun ini, program tersebut menargetkan 2.700 anak yang terindikasi stunting di 39 kabupaten/kota dengan penyaluran lebih dari 510.000 butir telur selama enam bulan. Selain bantuan pangan bergizi, Alfamart juga memberikan edukasi kepada para orang tua agar intervensi yang dilakukan semakin optimal melalui perubahan pola asuh, kebiasaan makan, serta penerapan gizi seimbang sejak dini.

Di Kota Bekasi, edukasi gizi digelar di UPTD Puskesmas Sumur Batu, Kamis (23/7/2026), dan diikuti 35 anak penerima manfaat bersama orang tuanya. Materi disampaikan oleh Ahli Gizi UPTD Puskesmas Sumur Batu, Salma Tania Syifa.

Dalam pemaparannya, Salma menjelaskan bahwa pemenuhan gizi seimbang menjadi fondasi utama pertumbuhan dan perkembangan balita. Menurutnya, masa balita merupakan periode pertumbuhan paling pesat sehingga membutuhkan asupan gizi sesuai kebutuhan tubuh, disertai penerapan pola hidup bersih dan sehat, aktivitas fisik, serta pemantauan berat dan tinggi badan secara rutin.

“Gizi seimbang bukan hanya tentang memberikan makanan yang cukup, tetapi juga memastikan anak mengonsumsi makanan yang beragam, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, aktif bergerak, serta rutin memantau status gizinya agar tumbuh kembangnya berlangsung optimal,” ujar Salma.

Ia menambahkan, pemberian makan bayi dan anak harus disesuaikan dengan usia, frekuensi, jumlah, tekstur, serta variasi makanan, dan dilakukan secara responsif maupun higienis. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan yang dilanjutkan dengan MP-ASI sesuai tahapan hingga anak mengonsumsi makanan keluarga menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan gizi balita.

Salma juga mengajak para orang tua membiasakan anak mengonsumsi telur sebagai sumber protein hewani berkualitas. Menurutnya, telur mudah diperoleh, harganya terjangkau, mudah diolah, serta kaya protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan anak.

“Telur merupakan superfood yang kaya protein hewani dan berbagai zat gizi penting. Konsumsi satu butir telur setiap hari dapat membantu melengkapi kebutuhan gizi anak sehingga mendukung pertumbuhan, meningkatkan daya tahan tubuh, fungsi otak, sekaligus membantu mencegah stunting,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa konsumsi telur tetap harus diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang sesuai konsep Isi Piringku agar kebutuhan nutrisi anak terpenuhi secara optimal.

Program Satu Telur Sehari menyasar anak usia 1 hingga 3 tahun yang terdata terindikasi stunting berdasarkan pendataan bersama Dinas Kesehatan dan kader Posyandu di masing-masing daerah.

Sejak dimulai pada Mei 2026, setiap anak menerima satu butir telur setiap hari selama enam bulan. Penyaluran dilakukan secara berkala melalui Dinas Kesehatan dan kader Posyandu setempat sehingga pendampingan terhadap penerima manfaat dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Jangkauan program terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2022, Alfamart menyalurkan 177.000 butir telur kepada 1.000 anak di 10 kabupaten/kota. Program kemudian berlanjut pada 2024 dengan distribusi 103.000 butir telur kepada 591 anak di 12 kabupaten/kota. Pada 2025, cakupannya diperluas menjadi 25 kabupaten/kota dengan penyaluran 189.000 butir telur kepada 1.000 anak.

Sementara pada 2026, pelaksanaannya menjadi yang terbesar sejak pertama kali digelar, yakni dengan distribusi lebih dari 510.000 butir telur kepada 2.700 anak di 39 kabupaten/kota.

General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan program tersebut terus dikembangkan berdasarkan hasil evaluasi dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.

“Program ini terus berkembang dari tahun ke tahun. Perluasan ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas pihak mampu menghadirkan dampak yang semakin besar dalam mendukung upaya penurunan stunting di Indonesia,” ujar Rani.

Ia menuturkan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah telur yang disalurkan atau luasnya wilayah jangkauan, tetapi juga dari perubahan perilaku keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.

Berdasarkan hasil monitoring internal pada 2025, sekitar 72 persen anak penerima manfaat mengalami peningkatan berat badan sebagai salah satu indikator perbaikan status gizi. Capaian tersebut menjadi dasar bagi Alfamart untuk terus memperkuat kualitas program melalui pendampingan dan edukasi kepada para orang tua.

“Intervensi gizi akan lebih optimal ketika dibarengi dengan peningkatan pengetahuan orang tua. Karena itu, kami tidak hanya memberikan telur, tetapi juga menghadirkan edukasi langsung dari para ahli agar keluarga memahami pentingnya gizi seimbang, pola makan yang tepat, serta pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak melalui kegiatan pemberdayaan. Harapannya, Program Satu Telur Sehari membentuk kebiasaan hidup sehat dalam keluarga dan berkontribusi pada upaya nasional menekan angka stunting,” tutup Rani. (oke)