Berita Bekasi Nomor Satu

Pakar Mikro Ekspresi Bongkar Kejanggalan Video Maaf Sarwendah, Dinilai Tidak Tulus!

Klarifikasi Permintaan Maaf Sarwendah. Foto: Tangkap Layar/Instagram

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Video permintaan maaf yang dirilis oleh Sarwendah Tan pasca-viralnya ucapan kasar saat siaran langsung terus menuai sorotan tajam. Setelah panen hujatan dari warganet dan rekan sesama artis, kini giliran ahli yang ikut membedah gerak-gerik serta ucapan mantan personel Cherrybelle tersebut.

Pakar Mikro Ekspresi ternama, Kirdi Putra, secara blak-blakan menilai bahwa video klarifikasi berdurasi hampir 3 menit tersebut tidak memenuhi syarat sebagai permohonan maaf yang tulus.

Menurut Kirdi Putra, ketulusan seseorang saat menyampaikan penyesalan dapat diuji dengan mudah melalui dua indikator utama, yaitu penanda verbal (ucapan) dan nonverbal (ekspresi serta gestur tubuh). Berdasarkan analisisnya, Sarwendah dinilai gagal memenuhi kriteria tersebut.

“Ada penanda-penanda verbal maupun nonverbal yang kelihatan cukup jelas dalam klarifikasi atau permohonan maaf Sarwendah. Kalau ditanya apakah apa yang disampaikan Sarwendah tulus sebagai suatu permintaan maaf, jawabannya tidak,” tegas Kirdi Putra, dikutip dari JawaPos pada Senin (8/6/2026).

Lebih lanjut, Kirdi menjelaskan bahwa sebuah permintaan maaf yang sah dan tulus secara verbal harus memenuhi beberapa komponen penting. Sarwendah diakui memang memenuhi satu poin awal, namun justru melakukan kesalahan fatal pada poin berikutnya.

“Dia memang menyebutkan siapa yang minta maaf, dia menyebut ‘saya’ atau ‘Sarwendah’ minta maaf. Tapi dia tidak menyebutkan secara spesifik kepada siapa dia minta maaf,” papar Kirdi.

Baca Juga: Erin Wartia Bongkar Kelakuan Sunan Kalijaga yang Bikin Dirinya Pecat Sang Pengacara!

Kejanggalan ini terasa semakin kuat mengingat kegaduhan ini bermula dari pernyataan kasar yang dilontarkan Sarwendah saat live streaming, yang diduga kuat sengaja ditujukan untuk menyindir mantan suaminya, Ruben Onsu.

Namun anehnya, dalam video permintaan maafnya, nama Ruben Onsu justru tenggelam dan tidak diucapkan sama sekali. Sarwendah memilih untuk mengarahkan maafnya kepada pihak-pihak di luar pusaran masalah utama.

“Dia memang menyebutkan keluarganya, menyebutkan anak-anaknya, menyebutkan penggemarnya. Tapi yang menjadi sasaran tembakan kata-kata dia yang sifatnya kasar atau dalam tanda petik nyinyir atau nyindir, kan nggak disebutkan nama orangnya,” pungkas Kirdi.

Analisis dari pakar mikro ekspresi ini seolah memperkuat kecurigaan publik sebelumnya.

Banyak warganet yang menilai video tersebut kehilangan esensinya karena Sarwendah terkesan hanya “menyelamatkan imej” di depan publik dan penggemar, alih-alih menyelesaikan masalah langsung dengan Ruben Onsu yang menjadi korban penghinaannya. (mna)