Berita Bekasi Nomor Satu

DBD Masih Mengganas di Kota Bekasi, 1.583 Kasus Tercatat hingga Awal Juni 2026

Warga Kota Bekasi melakukan fogging. FOTO: DOKUMEN/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) perlu menjadi perhatian serius mengingat ribuan kasus masih terjadi setiap tahunnya. Dinas Kesehatan Kota Bekasi mencatat, hingga awal Juni 2026 terdapat 1.583 kasus DBD.

Dari ribuan pasien yang terjangkit DBD rata-rata didominasi kelompok usia produktif.

“Kasus DBD tahun 2026 yang sudah terlaporkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi sebanyak 1.583 kasus,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes kota Bekasi, Vevie Herawati.

Pasien yang terjangkit DBD berasal dari berbagai kelompok usia. Mulai dari usia kurang dari satu tahun sebanyak 22 kasus, usia 1 sampai 4 tahun 141 kasus, usia 5 sampai 14 tahun 422 kasus, usia 15 sampai 44 tahun 775 kasus, dan usia diatas 44 tahun 223 kasus.

Vevie menjelaskan saat ini Dinkes berupaya terus memperkuat upaya pencegahan atau mitigasi. Diantaranya dengan regulasi dan surat edaran Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), meningkatkan peran serta masyarakat lewat kegiatan Jumat Bersih di lingkungan, hingga penguatan Surveilans.

“Penguatan Surveilans kasus melalui investigasi epidemiologi pada setiap kasus Dengue,” ucapnya.

Penguatan kesiapsiagaan juga dilakukan di Fasilitas Kesehatan (Faskes) melalui laporan kewaspadaan dini, serta pemenuhan logistik di setiap Puskesmas.

“Pemenuhan logistik pengendalian Dengue di seluruh Puskesmas di Kota Bekasi seperti Rapid Test DBD, Larvasida, dan Insektisida,” ungkapnya.

Upaya mitigasi juga dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah di tingkat kelurahan dan kecamatan serta sekolah, penyebaran informasi gejala hingga cara pencegahan dilakukan melalui media sosial.

Berikutnya, Penguatan kader Jumantik dilakukan melalui pembinaan dan pendampingan bersama Puskesmas dalam melakukan edukasi serta pelaksanaan kegiatan pemeriksaan jentik secara rutin guna menurunkan risiko penularan DBD.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir kasus DBD tergolong cukup tinggi. Setelah di tahun 2023 sebanyak 1.220 kasus lonjakan drastis terjadi pada tahun 2024 sebanyak 4.167 kasus. Meski masih terbilang tinggi, tahun 2025 jumlah kasus menurun di 4.045 kasus.(sur)