Berita Bekasi Nomor Satu

Di Balik Kamera Berbeda? Eks ART Ungkap Perlakuan Sarwendah Saat di Rumah: Selalu Ketus

Potret Sarwendah, Mantan Istri Ruben Onsu. Foto: Instagram

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Di tengah ramainya sorotan publik terhadap konflik yang melibatkan Sarwendah Tan dan Ruben Onsu, sejumlah mantan pekerja yang pernah berada di lingkungan rumah tangga pasangan tersebut mulai membagikan pengalaman mereka selama bekerja.

Pengakuan itu datang dari mantan asisten rumah tangga (ART) dan baby sitter yang mengaku pernah bekerja langsung di kediaman keluarga tersebut beberapa tahun lalu.

Salah satu pengakuan berasal dari pemilik akun TikTok @nin.504. Ia mengaku pernah bekerja selama kurang lebih dua minggu di rumah Ruben Onsu dan Sarwendah yang berlokasi di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, pada tahun 2019. Saat itu, tugas utamanya adalah mengasuh anak kedua pasangan tersebut yang masih berusia sekitar dua bulan.

Menurut pengakuannya, pengalaman bekerja di rumah tersebut tidak berjalan sesuai harapannya. Sebagai pekerja baru, ia mengaku sering menanyakan berbagai hal terkait kebutuhan bayi, termasuk lokasi penyimpanan perlengkapan anak. Namun, respons yang diterimanya dari Sarwendah disebut kurang bersahabat.

Ia menuturkan bahwa setiap kali bertanya mengenai kebutuhan pekerjaan, jawaban yang diberikan Sarwendah terdengar ketus dan membuatnya merasa tidak nyaman. Kondisi tersebut akhirnya membuat dirinya memutuskan untuk mengundurkan diri setelah bekerja selama dua minggu karena merasa tidak sanggup menghadapi situasi tersebut.

“Namanya saya baru kerja kan pasti banyak nanya tentang letak barang-barang anak ya. Sarwendah itu jawabnya selalu ketus. Setelah itu, aku minta keluar karena enggak sanggup menghadapinya,” ungkap akun tersebut, dikutip Selasa (9/6).

Pengalaman serupa juga disampaikan oleh akun TikTok @yuliyawidi12 atau Yuliya Widi Astuti. Ia mengaku pernah bekerja sebagai baby sitter untuk anak kedua Sarwendah selama kurang lebih satu bulan. Namun, masa kerjanya berakhir setelah dirinya diberhentikan tanpa mendapatkan penjelasan yang menurutnya jelas.

Dalam keterangannya, Yuliya menyebut bahwa karakter Sarwendah yang ia temui secara langsung berbeda dengan citra yang sering terlihat di depan kamera. Menurutnya, sosok Sarwendah dalam kehidupan sehari-hari cenderung memiliki sikap yang lebih dingin dan terkesan jutek dibandingkan dengan penampilannya di berbagai tayangan publik.

Baca Juga: Wendy Lo Adik Sarwendah Ikut Komentar Soal Nafkah Anak Ruben Onsu, Langsung Bongkar Aset Pribadi Usai Dituding Numpang Hidup

“Tapi memang, Bunda itu jutek. Beda dengan yang ada di kamera,” tuturnya.

Meski demikian, Yuliya juga memberikan pandangannya mengenai Ruben Onsu. Ia menggambarkan presenter tersebut sebagai sosok yang sangat pekerja keras dan memiliki jadwal yang padat. Selama bekerja di rumah keluarga tersebut, ia mengaku jarang bertemu langsung dengan Ruben karena aktivitasnya yang begitu sibuk.

Menurut pengakuannya, Ruben sering kali baru pulang larut malam setelah menyelesaikan berbagai pekerjaan. Bahkan pada pagi hari, kesempatan untuk bertemu pun hanya berlangsung singkat sebelum Ruben kembali menjalani aktivitasnya. Ia menilai waktu istirahat yang dimiliki Ruben sangat terbatas karena padatnya jadwal pekerjaan yang harus dijalani.

“Beliau kalau pulang, benar-benar larut. Paginya kalaupun aku bertemu hanya sebentar. Seenggak istirahat itu ayah Ruben. Waktu tidurnya bisa dihitung jam,” tambahnya.

Munculnya berbagai pengakuan dari mantan pekerja tersebut semakin menambah perhatian publik terhadap sosok Sarwendah, terlebih setelah beberapa pernyataannya dalam konflik dengan Ruben Onsu menjadi bahan perbincangan luas di media sosial. Sikap dan ucapannya yang dianggap sebagian warganet sebagai bentuk arogansi turut memicu gelombang kritik dan hujatan.

Situasi tersebut semakin memanas setelah Sarwendah mengunggah video permintaan maaf yang menuai beragam tanggapan dari publik.

Sejumlah netizen menilai permintaan maaf tersebut tidak secara langsung ditujukan kepada pihak yang dianggap terkait dengan polemik yang sedang berlangsung, sehingga memunculkan kritik baru di media sosial.

Selain itu, beredar pula tudingan dari sebagian pengguna internet yang menduga adanya upaya penggunaan buzzer untuk membangun opini positif di kolom komentar. Namun hingga kini, berbagai tudingan tersebut masih menjadi perbincangan publik dan belum dapat dipastikan kebenarannya secara independen. (mna)