RADARBEKASI.ID, BEKASI – SDN Karang Indah 01, Kecamatan Bojongmangu, kekurangan sumber daya manusia (SDM) baik tenaga pendidikan maupun kependidikan. Di tengah kondisi itu, dua ruang kelas sekolah mengalami kerusakan yang belum diperbaiki.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekolah yang berada di ujung selatan Kabupaten Bekasi tersebut tidak memiliki guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), Pendidikan Agama Islam (PAI), serta Bahasa Inggris. Sekolah juga kekurangan tenaga kependidikan, termasuk Tata Usaha (TU).
Kondisi bangunan tak kalah memprihatinkan. Dua ruang kelas mengalami kerusakan. Di salah satu ruangan, ubin lantai hancur dan menyisakan lubang besar di tengah kelas. Retakan lebar dan dalam terlihat pada dinding. Atap ruang kelas juga bocor ketika hujan turun.
Salahsatu guru SDN Karang Indah 01, Tirta Atmaja, mengatakan SDN Karang Indah 0 saat ini hanya memiliki satu aparatur sipil negara (ASN), lima guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), dan satu penjaga sekolah.
Keterbatasan tenaga membuat sejumlah guru harus merangkap pekerjaan. Tirta, misalnya, selain mengajar juga mengerjakan tugas tata usaha. Kendati demikian, dia memastikan memaksimalkan tugas agar tidak terganggu.
“Kami tetap memaksimalkan menjalankan tugas,” ujarnya, Rabu (12/8).
Sebagai putra daerah Bojongmangu, Tirta mengatakan kondisi tersebut menjadi tanggung jawab moral baginya untuk tetap memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak di wilayah tersebut.
“Saya hanya menyampaikan keadaan yang riil. Namun saya tetap semangat mengajar karena bagaimana pun yang di atas pasti urusannya banyak. Kami tetap fokus bagaimana anak tetap mendapatkan pelajaran setiap harinya,” ujarnya.
Adapun kerusakan pada dua ruang kelas, kata Tirta, telah berlangsung hampir dua tahun. Kondisinya semakin parah setelah kemarau panjang tahun ini.
“Mulai rusak ada sekitar dua tahun sama sekarang karena tahun ini kemarau panjang makin parah,” ucap Tirta.
Ia menyebut, saat ini, SDN Karang Indah 01 memiliki enam rombongan belajar dengan total 91 siswa. Meski tanah terasa lebih padat selama musim kemarau, kekhawatiran tetap muncul di kalangan guru dan siswa.
Mereka khawatir kondisi bangunan semakin memburuk ketika musim hujan tiba. Terlebih, pondasi pada salahsatu ruang kelas disebut telah bergeser.
“Kami takut pas musim hujan ambles tiangnya. Mudah-mudahan secepatnya dapat bantuan. Ngeri juga kalau sudah masuk musim hujan,” terangnya.
Keterbatasan tenaga pendidik dan kependidikan serta kondisi bangunan sekolah menjadi salahsatu persoalan pendidikan yang perlu mendapat perhatian pemerintah di Kabupaten Bekasi yang memasuki usia ke-76.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, mengakui masih terdapat kekurangan tenaga pendidik dan kependidikan di sejumlah sekolah, termasuk SDN Karang Indah 01. Menurut dia, kekurangan tersebut diatasi dengan pembagian tugas dan beban kerja antar-sekolah yang berdekatan.
“Kami berbagi tugas untuk mengisi sejumlah sekolah yang kekurangan tenaga kependidikan dan guru. Tujuannya pelayanan pendidikan bisa berjalan maksimal dan anak tetap mendapatkan haknya mendapatkan pendidikan,” jelasnya.
Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron, mengatakan persoalan pendidikan perlu menjadi perhatian serius. Menurut dia, sebagai daerah industri, Kabupaten Bekasi seharusnya mampu menyediakan sarana dan sumber daya pendidikan yang memadai.
“Masalah belanja pegawai yang mencapai 35 persenan masih menjadi pembahasan kami dengan Pemkab Bekasi. Tentunya masalah pendidikan juga perlu menjadi prioritas. Guru dan tendik sangat berkaitan demi berjalannya dunia pendidikan yang dapat melahirkan SDM berkualitas,” kata Ade.
Politikus Partai Golkar itu menilai sejumlah aspek pendidikan masih perlu dibenahi, terutama infrastruktur seperti ruang kelas, ruang guru, dan fasilitas pendukung.
Menurut Ade, pembangunan dan perbaikan sekolah perlu ditangani secara lebih terintegrasi. Dinas Pendidikan, kata dia, harus mengetahui kondisi dan prioritas kerusakan sekolah.
“Terkadang pembangunan sekolah juga harusnya di Dinas Pendidikan. Jadi Dinas Pendidikan atau pihak sekolah mengetahui kerusakan sekolah dan yang prioritas. Ketika ruang kelas rampung dibangun, kekurangan mebel juga bisa bersamaan karena dilaksanakan satu OPD,” ujarnya.
Untuk mengatasi kekurangan guru dan tenaga kependidikan, Ade mengatakan DPRD bersama Pemkab Bekasi akan membahas formulasi di tengah tingginya beban belanja pegawai.
“Kekurangan tenaga pendidikan harus ditemukan formulasi. Dan yang terpenting pelayanan pendidikan tetap berjalan dengan baik dengan tujuan mencerdaskan generasi penerus bangsa,” jelasnya. (and/ris)











