Berita Bekasi Nomor Satu

Menjajal Klepon Gianyar 1980, Jajanan Legend yang Pernah Disajikan di Istana Negara

PROSES MEMASAK: Proses memasak Klepon Gianyar 1980 di booth Hungry Playground, Summarecon Mall Bekasi (SMB), Kecamatan Bekasi Utara, Sabtu (15/8/2026).

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Bukan sekadar jajanan pasar biasa. Klepon asal Gianyar, Bali ini telah melewati perjalanan panjang sejak dirintis pada era 1980-an. Dari membantu perekonomian keluarga, memenangkan berbagai lomba makanan tradisional, hingga pernah disajikan dalam jamuan coffee morning di Istana Negara. Seperti apa kisahnya?

Suasana Hungry Playground di Summarecon Mall Bekasi (SMB), Kecamatan Bekasi Utara, Senin (17/8), terlihat ramai.

Di antara deretan tenant kuliner, satu jajanan tradisional berukuran mungil mencuri perhatian. Bentuknya tak jauh berbeda dengan klepon yang biasa ditemukan di berbagai daerah.

Namun, jangan buru-buru menyimpulkan rasanya sama. Jajanan itu adalah Klepon Gianyar 1980, kuliner legendaris asal Gianyar, Bali yang resepnya telah diwariskan secara turun-temurun.

Di balik booth tersebut, Ida Ayu Putu Laksmi Dewi (48) sibuk memperkenalkan jajanan yang telah menjadi bagian dari perjalanan keluarganya selama puluhan tahun.

“Kalau di Jawa gulanya itu kan diiris. Tapi kalau di Bali, di tempat saya itu justru dicairkan terlebih dahulu. Sehingga ketika orang makan, ada sensasi pecah rasa di dalamnya,” ujar Ayu Putu.

Perbedaan itulah yang menjadi salah satu ciri khas Klepon Gianyar 1980.

Jika klepon pada umumnya menggunakan gula merah yang diiris kemudian dimasukkan ke dalam adonan, keluarga Ayu Putu justru mencairkan gula merah terlebih dahulu.

Hasilnya terasa ketika klepon digigit. Gula merah cair langsung pecah di dalam mulut, menghadirkan rasa manis yang menyebar bersamaan dengan tekstur kulit klepon yang lembut dan kenyal.

Di bagian luar, parutan kelapa memberikan sentuhan gurih yang melengkapi rasa manis dari gula merah. Ukuran kleponnya memang terlihat lebih kecil dibandingkan kebanyakan klepon yang biasa ditemui.

Tetapi justru di situlah sensasinya. Satu gigitan cukup untuk merasakan kulit yang kenyal, gula merah cair yang meleleh, serta gurihnya kelapa parut.

Bagi Ayu Putu, mempertahankan rasa bukan sekadar soal resep. Bahan baku juga menjadi bagian penting. Gula yang digunakan untuk membuat isian didatangkan dari Bali melalui pemasok yang telah menjadi langganan keluarga.

“Jadi kami bisa mempertahankan rasa isian gulanya. Antara manis sama asinnya itu seimbang,” jelasnya.

Resep tersebut merupakan warisan dari mertuanya, almarhum Desak Ketut Rai, yang mulai merintis usaha klepon pada era 1980-an. Awalnya, usaha itu sederhana. Klepon dibuat untuk membantu perekonomian keluarga.

Namun, perjalanan puluhan tahun membuat jajanan tersebut perlahan dikenal lebih luas.

Klepon buatan keluarga itu mulai diikutsertakan dalam berbagai perlombaan makanan tradisional di Kabupaten Gianyar. Hasilnya bukan sekadar pengalaman.

Tiga kali mengikuti perlombaan, tiga kali pula keluarga tersebut berhasil meraih juara pertama.

Prestasi itu kemudian membuka jalan yang lebih besar. Dari Lomba Kuliner hingga Istana Negara. Sekitar dekade 1990-an, keluarga Ayu Putu mendapat kesempatan yang tak biasa.

Mereka diundang ke Istana Negara untuk menyiapkan jamuan coffee morning bagi para tamu negara.

Bagi keluarga yang memulai usaha dari dapur rumah, kesempatan tersebut tentu menjadi pengalaman penting. Dari sana, nama Klepon Gianyar 1980 semakin dikenal. Jajanan tradisional itu bahkan pernah dicicipi mendiang Bondan Winarno, salah satu tokoh kuliner Indonesia. Chef William Wongso juga disebut pernah mencicipinya. Menurut Ayu Putu, William Wongso memberikan apresiasi terhadap cita rasa klepon buatan keluarganya.

“Chef William Wongso sampai kasih julukan klepon ini terenak di dunia,” tuturnya.

Puluhan tahun berlalu, usaha yang bermula dari keluarga itu kini berkembang.

Klepon Gianyar 1980 telah tersedia di sejumlah lokasi di Bali, mulai dari Icon Mall Sanur, Beachwalk Kuta, Level 21 Mall Denpasar, Rama Krisna Tuban hingga Pepito Market.

Kini, perjalanan panjang tersebut membawa Klepon Gianyar 1980 lebih jauh.

Untuk sementara, warga Bekasi tak perlu jauh-jauh ke Bali untuk mencicipinya.

Di tengah riuhnya Hungry Playground Summarecon Mall Bekasi, jajanan yang lahir dari resep keluarga sejak 1980-an itu hadir membawa satu hal yang sama seperti puluhan tahun lalu: klepon kecil dengan gula merah cair yang pecah di mulut. Sederhana, tetapi punya cerita panjang. (rez)