Berita Bekasi Nomor Satu
DPRD  

Tanggulangi Banjir Tiga Kelurahan, Anggota DPRD Kota Bekasi Saifuddaulah Minta Prioritaskan Pembangunan Polder Air Kempo 

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, M. Saifuddaulah. FOTO: AHMAD PAIRUDZ/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID,BEKASI – Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, H.M.Saifuddaulah mendesak agar Polder Air Kempo di Pondok Gede, segera dibangun.

Menurutnya, apabila itu berhasil dibangun akan menanggulangi banjir di tiga kelurahan yang berada di sekitar polder. Sayangnya, rencana pembangunan itu masih terkendala pembebasan lahan.

“Ini terkendala pembebasan lahan, kemarin juga saat rapat di Badan Anggaran saya sampaikan, karena sesungguhnya ini PR lama. Kemarin saya pertanyakan, untuk di 2027 ada perencanaan tadinya, tapi karena ada efisiensi akhirnya tertunda,” tuturnya.

Mengingat pentingnya pembangunan polder tersebut ia mendesak agar kedepan jadi prioritas. Begitu juga di beberapa titik lainnya perlu ada pembenahan.

Terkait pembuatan polder, ia juga sempat membahasnya saat rapat di Komisi II. Dewan dari PKS ini mengaku sempat menyinggung pembangunan polder tanpa kajian teknis yang komprehensif sehingga banyak polder tidak efektif.

“Pertanyaannya, apakah volume air yang ditampung di polder itu kemudian bisa diantisipasi apa tidak, baik air hujan maupun air kiriman,”jelasnya.

Ketika perhitungannya tidak komprehensif, maka wajar pada akhirnya polder tidak bisa berfungsi secara efektif.

“Kasus itu bisa dilihat di IKIP, yang sebelumnya tidak ada polder sekarang sudah dibangun polder, namun pada kenyataannya kurang efektif karena volume air cukup besar dan lihat juga dalam proses pembuatannya ada sisi yang kurang komprehensif terkait dengan kedalamannya dan juga potensi volume air yang menjadi daya tampung. Termasuk pembuangan,” tegasnya.

Saifuddaulah juga mendorong untuk menggalakkan kembali pembuatan sumur resapan atau lubang biopori. Hal itu juga sebagai upaya penanggulangan banjir, sebagai alternatif selain pembuatan polder yang membutuhkan biaya besar dan lahan luas.

“Kalau sumur resapan itu dilakukan secara serentak dan masif dengan skala yang cukup besar, saya rasa ini menjadi salah satu solusi yang tercepat di samping pembangunan polder yang memakan biaya cukup besar,” pungkasnya. (adv/pra)