RADARBEKASI.ID, BEKASI – Alat berat merobohkan puluhan bangunan liar (bangli) di Kampung Tanah Apit, RW 09, Kelurahan Medansatria, Kecamatan Medansatria. Di tengah debu dan puing bangunan, puluhan pencari besi bekas justru sibuk memburu material yang masih bernilai jual.
Mereka datang sejak pagi dengan perlengkapan lengkap. Mulai dari karung, palu bodem hingga gunting baja disiapkan untuk mengeluarkan besi dari beton yang telah dihancurkan alat berat.
Sugeng (43), seorang pencari besi bekas, mengaku sengaja menunggu proses pembongkaran bersama sejumlah rekannya. Besi yang tertanam dalam beton menjadi sasaran setelah dipastikan tidak lagi diambil pemilik bangunan.
“Saya dari pagi menunggu bongkaran bersama kawan-kawan. Besi yang ada di dalam beton saat pembongkaran tidak diambil pemiliknya. Jadi kita yang ambil dengan menggedor betonnya agar terpisah,” kata Sugeng, Selasa (6/10/2026).
Para pencari besi tampak menyebar di lokasi. Sebagian bekerja berkelompok, sementara lainnya berburu sendiri di antara tumpukan puing.
Dalam sehari, Sugeng mengaku bisa mengumpulkan sekitar 40 kilogram besi bekas, bahkan lebih, bergantung banyaknya material dari bangunan yang dibongkar.
Informasi mengenai pembongkaran biasanya diperoleh dari sesama pencari besi maupun media sosial. Begitu mengetahui jadwalnya, mereka langsung mendatangi lokasi dengan membawa peralatan.
“Kita tahu ada bongkaran bangunan itu dari info melalui teman maupun dari media sosial. Jika sudah tahu waktunya, pasti kita ke lokasi dan membawa perlengkapan untuk mencari besi bekas,” ujarnya.
Besi yang terkumpul kemudian dijual kepada pengepul barang rongsokan. Harga jualnya sekitar Rp3.500 per kilogram. Dari aktivitas tersebut, Sugeng bisa membawa pulang puluhan hingga ratusan ribu rupiah dalam sehari.
“Kadang penghasilan sehari dari pembongkaran bangunan bisa ratusan ribu. Kalau banyak seperti sekarang ini bisa lebih. Banyak besinya dan banyak betonnya,” ungkapnya.
Namun, Sugeng mengaku tetap membedakan besi yang masih menjadi milik pemilik bangunan dengan material yang sudah ditinggalkan.
“Kalau besi bongkaran masih dipakai oleh pemilik, kita pun tidak akan mengambil. Kecuali sudah tidak terpakai, baru kita ambil,” tandasnya.(pay)









