Berita Bekasi Nomor Satu

Betrand Peto Buka Suara soal Video Pesta dan Minum-minum yang Viral, Akui Email Diretas!

Potret Betrand Peto alias Onyo. Foto: Instagram

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Penyanyi Betrand Peto akhirnya memberikan klarifikasi terkait video dirinya saat berkumpul dan minum-minum yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

Penyanyi yang akrab disapa Onyo itu membantah anggapan bahwa rekaman tersebut menggambarkan pesta liar. Ia menegaskan, video yang beredar merupakan dokumentasi lama yang diduga tersebar setelah akun email pribadinya diretas oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Klarifikasi tersebut disampaikan Betrand setelah menjalani pemeriksaan untuk memberikan keterangan di Polda Metro Jaya pada Kamis (8/10/2026). Anak angkat Ruben Onsu itu mengaku mengetahui adanya dugaan pembobolan email yang membuat sejumlah dokumentasi pribadinya menjadi konsumsi publik.

Betrand secara terbuka menyebut bahwa dirinya menduga ada pihak yang telah mengakses akun emailnya tanpa izin. Ia pun meyakini bahwa rekaman yang kini viral berasal dari arsip pribadi yang sebelumnya tidak pernah dipublikasikan.

“Memang benar ada yang membobol email aku,” ujar Betrand Peto di Polda Metro Jaya, dikutip dari Jawapos.com pada Jumat (9/10).

Betrand Peto Sebut Video Sudah Diedit dan Digabungkan

Menanggapi beragam komentar warganet, Betrand menjelaskan bahwa video yang beredar tidak sepenuhnya memperlihatkan situasi sebenarnya. Menurutnya, sejumlah potongan rekaman lama telah melalui proses penyuntingan dan digabungkan sehingga memunculkan kesan berbeda dari kejadian aslinya.

Onyo menilai potongan video tersebut tidak dapat dijadikan gambaran utuh mengenai kegiatan yang dilakukannya bersama teman-teman saat itu.

“Mungkin itu terlalu diedit-edit, digabungin jadi satu aja. Itu video lama,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dokumentasi tersebut berasal dari momen kebersamaan dengan teman-temannya yang sama-sama berasal dari wilayah Indonesia timur. Pertemuan itu, menurut Betrand, merupakan kegiatan berkumpul yang diisi dengan aktivitas bersama, termasuk bermain sepak bola dan makan bersama.

Betrand menduga video yang menjadi sorotan publik hanya menampilkan bagian-bagian tertentu dari kegiatan tersebut. Akibatnya, konteks keseluruhan pertemuan mereka tidak terlihat dalam rekaman yang tersebar di media sosial.

BACA JUGA:Rebecca Klopper Bicara soal Trauma Usai Kasus Video Syur, Datangi Bareskrim untuk Cegah Hal Ini Terulang

Ungkap Momen Sebenarnya Bersama Teman-teman

Lebih lanjut, Betrand memaparkan bahwa kegiatan tersebut berawal dari pertemuan bersama teman-temannya sesama perantau dari Indonesia timur. Mereka berkumpul untuk bermain sepak bola sebelum melanjutkan kebersamaan dengan menyantap makanan khas Papua, yakni papeda.

Menurut Betrand, kegiatan makan bersama itu juga dihadiri sejumlah teman lainnya. Ia menyayangkan apabila potongan dokumentasi yang beredar justru menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat karena tidak memperlihatkan keseluruhan rangkaian kegiatan.

“Itu kumpul-kumpul sama teman-temanku yang ada di daerah Timur. Kita main bola untuk kumpulan anak-anak Timur gitu. Yang diambil itu foto-foto doang, kalau dikasih lihat panjangnya itu kita makan papeda juga di sana. Ada beberapa teman-teman yang datang juga untuk makan papeda bareng,” bebernya.

Penjelasan tersebut disampaikan Betrand untuk meluruskan anggapan yang berkembang setelah video itu tersebar luas. Ia menegaskan bahwa rekaman tersebut merupakan dokumentasi lama, bukan video yang baru dibuat untuk diunggah ke media sosial.

Tegaskan Video Hanya untuk Koleksi Pribadi

Betrand juga menekankan bahwa dirinya tidak pernah mengunggah video tersebut ke akun media sosial maupun membagikannya kepada teman-teman melalui grup percakapan. Ia mengaku menyimpan dokumentasi itu hanya untuk kepentingan pribadi.

Karena tidak pernah membagikan rekaman tersebut secara terbuka, Betrand menduga penyebarannya berkaitan dengan akses tidak sah terhadap akun email pribadinya.

“Aku bisa bilang email aku dibobol. Karena itu nggak pernah aku posting ke mana-mana, itu aku simpan buat pribadi,” kata Betrand.

Pernyataan tersebut menjadi dasar kecurigaan Betrand mengenai kemungkinan adanya pelanggaran privasi. Meski demikian, dugaan peretasan itu masih merupakan keterangan dari pihak Betrand dan belum dapat dianggap sebagai kesimpulan hukum mengenai pihak yang bertanggung jawab atas penyebaran video tersebut.

Pilih Fokus pada Proses Hukum di Polda Metro Jaya

Di tengah polemik video yang beredar, Betrand mengaku saat ini lebih memprioritaskan persoalan hukum lain yang tengah dihadapinya di Polda Metro Jaya. Perkara tersebut berkaitan dengan laporan mengenai dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS).

Betrand memilih berkonsentrasi menjalani proses hukum yang sedang berlangsung sebelum menentukan langkah selanjutnya terkait dugaan peretasan email dan penyebaran dokumentasi pribadinya.(mna)